Yamaha Aerox

Hasil Studi : Gambar Bergerak Cepat untuk Atasi Fobia

  Minggu, 26 Maret 2017   
Ilustrasi (Pixabay/Public Domain Archive)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Ada banyak penelitian psikologis yang mendukung gagasan-gagasan untuk ‘kabur’ dari fobia. Namun semua bukti di dunia tidak lantas membuatmu nyaman. Bahkan seekor laba-laba saja mungkin bisa membuatmu menelpon semua nomor kontak yang ada dalam ponselmu.

Peneliti mungkin telah menemukan satu cara yang membantu : program komputer yang menghadirkan gerak cepat sebuah gambar-gambar yang membuatmu fobia. Ketika gambar-gambar itu pergi dengan begitu cepat, maka kamu perlahan tidak akan mengenali gambar apa yang kamu lihat karena otakmu bekerja memproses gambar dan mengurangi rasa takut.

Sekarang, sebuah penelitian baru menggunakan scan MRI untuk pengobatan itu berjalan. Para peneliti menyebutnya dengan “Very Brief Exposure (Paparan yang Sangat Singkat)” atau disingkat VBE. Benar-benar mempengaruhi otak!

Hasil scan otak menunjukkan bahwa meskipun seseorang tidak secara sadar mengenai gambar yang bergerak cepat itu, bagian dari otak yang mengontrol respon perasaan takut secara aktif memproses gambar. Dengan kata lain, alam bawah sadar mereka menangani rasa takut mereka, tanpa benar-benar membuat mereka takut.

“Ketika seseorang kurang menyadari sebuah gambar, maka otak mereka akan memproses gambar itu secara signifikan,” ujar Profesor Psikologi dari Purchase College, State University of New York, Paul Siegel. Ia berkolaborasi dengan DirekturInstitute for the Developing Mind di Rumah Sakit Anak-Anak Los Angeles, Bradley Peterson, ada beberapa psikiater di University of Southern California.

Siegel mengatakan bahwa para peneliti sangat antusias terhadap teknik VBE. Pasalnya teknik baru ini mungkin dapat membantu orang mengendalikan ketakutannya, bahkan juga mampu mengendalikan post-traumatic stress disorder (PTSD).

Salah satu tantangan dalam mengobati orang dengan PTSD adalah bahwa banyak dari mereka yang telah mengalami trauma berat sehingga mereka tidak dapat menangkap gagasan sadar dalam menghadapi gambar yang sama – gambar yang membuatnya trauma. Hal itu membuat para penderita PTSD lebih banyak memilih untuk menghindari pengobatan. “VBE tidak akan selalu menyembuhkan orang-orang,” kata Siegel. VBE hanya mampu mengurangi rasa takut. Namun tetap saja, agar sembuh tentunya pasien tetap harus menjalani perawatan medis lainnya.

“Selama kita bisa menemukan gambar yang pas untuk menangkap ketakutan seseorang, maka kita bisa menggunakan teknik ini,” ujar Siegel.

Penelitian ini menggunakan 21 perempuan yang memiliki fobia terhadap laba-laba. Para wanita ini ditempatkan ke dalam scanner MRI dan kepada mereka ditampil serangkaian foto laba-laba yang bergerak cepat. Setiap gambar laba-laba itu melintas hanya dalam waktu 0,03 detik, dan kemudian segera berganti dengan gambar dari serangkaian serangga lainnya.

Pada tahap kedua, durasi menampilkan gambar itu berjalan lebih lama. Hal itu membuat para perempuan bisa dengan jelas mengenai apa gambar tersebut.

Ketika subjek melihat gambar cepat dari laba-laba itu, muncul lebih banyak aktivitas dalam korteks prefrontal dalam otak, bagian yang diketahui terlibat dalam mengontrol respon kita terhadap hal-hal yang kita takuti. Dengan kontrol yang mungkin lebih besar dari emosinya, para wanita bisa lebih mudah menghadapi ketakutannya.

Namun, ketika gambar laba-laba bergerak lambat, maka perempuan-perempuan itu dengan mudahnya mengenali makhluk yang menurutnya sangat menyeramkan itu. Aktivitas di daerah otak yang bertugas mengotrol respon akan rasa takut pun melambat.

“Ini menunjukkan bahwa orang yang memiliki fobia mungkin lebih mampu menghadapi ketakutan mereka jika pada awalnya mereka tidak sadar bahwa mereka menghadapi apa yang mereka takuti,” kata Siegel.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar