Yamaha Aerox

Kasultanan Kasepuhan Cirebon Kutuk Keras Tragedi Rohingya

  Rabu, 13 September 2017   Faqih Rohman Syafei
Ilustrasi -- Sejumlah warga Rohingya. (REUTERS)

CIREBON, AYOCIREBON.COM -- Kasultanan Kasepuhan Cirebon mengutuk keras kejahatan kemanusiaan yang terjadi atas etnis Rohingya di Myanmar. Mereka mengimbau semua pihak untuk melakukan usaha-usaha yang serius dalam menghentikan kejahatan kemanusiaan tersebut. 

"Kami meminta kepada pihak Pemerintah Republik Indonesia untuk terus melakukan upaya-upaya yang maksimal dalam menghentikan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Myanmar," ujar Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat di Cirebon, Selasa (12/9/2017).

Ia mengatakan bahwa dasar negara Republik Indonesia, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, secara jelas menolak aksi-aksi yang melanggar hak-hak kemanusiaan dan kemerdekaan suatu bangsa. Apalagi tindakan brutal seperti genosida dengan alasan apapun.

Dikatakannya, dalam pandangan ajaran agama Islam, bahwasanya sesama muslim itu adalah bersaudara. Oleh karena itu wajib hukumnya bagi umat Muslim untuk melakukan bersama-sama membela saudaranya yang teraniaya yaitu muslim Rohingya di Myanmar.

"Tragedi genosida yang terjadi atas etnis Rohingya di Myanmar adalah tragedi kemanusiaan yang harus dihentikan oleh siapapun dan apapun agamanya," kata Arief. 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut bahwa etnis Rohingya sebagai etnis yang paling menderita di atas muka bumi ini, maka PBB harus ikut menangani dengan sungguh-sungguh.

Kemudian, ASEAN harus segera melakukan tindakan dengan menekan Myanmar untuk menghentikan praktik genosidanya terhadap etnis Rohingya. Bahkan bila perlu, Mahkamah Kejahatan Internasional atau International Criminal Court (ICC) segera mengadili semua pihak yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut. 

"Jika perlu semua aktivis HAM dan kemanusiaan di berbagai pelosok dunia turun tangan untuk memberikan perhatian serius terhadap kejahatan genosida yang menimpa etnis Rohingya sehingga tragedi ini bisa segera diakhiri," pungkas Arief.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar