Yamaha Aerox

Kang Maman dan Masyarakat Ciayumajakuning Kutuk Teroris Mako Brimob

  Sabtu, 12 Mei 2018   Faqih Rohman Syafei
Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH. Maman Imanulhaq bersama Keluarga Besar Akar Djati Ciayumajakuning mengutuk keras aksi kekerasan yang terjadi di Rutan Mako Brimob. (Faqih Rohman/ayobandung)

SUMBER, AYOCIREBON.COM--Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH. Maman Imanulhaq bersama Keluarga Besar Akar Djati Ciayumajakuning mengutuk keras aksi kekerasan yang terjadi di Rutan Mako Brimob, Depok pada Rabu (9/5/2018) yang menewaskan enam orang.

Pernyataan sikap tersebut, dibarengi dengan tahlil dan doa bersama yang dilakukan di Situs Pangeran Pasarean, Gegunung, Kabupaten Cirebon.

Maman menuturkan, lima dari enam korban yang meninggal dunia pada peristiwa tersebut merupakan anggota polisi. Mereka adalah syuhada sahid yang gugur dalam keadaan bertugas demi menjaga keamanan, ketentraman dan membela negara serta bangsa Indonesia.

"Acara tahlil dan doa bersama ini ditujukan untuk anggota Polri yang menjadi korban di Mako Brimob," ungkapnya kepada awak media, Jumat (11/5/2018).

Lebih lanjut, dikatakannya peristiwa tersebut seperti menyadarkan seluruh masyarakat Indonesia bahwa keberadaan kelompok teroris dan radikal sangat dekat dengan kehidupan kita, mereka bukan hanya ada di Suriah, atau dimanapun. Untuk itu mari rapatkan barisan dan bersatu padu melawannya. 

"Itu adalah sebuah ancaman memperlihatkan bahwa negara ini rapuh. Namun kita mau mengatakan negara ini tetap kuat," kata Maman. 

Maman mengingatkan kepada semua pihak untuk kembali kepada komitmen kebangsaan bahwa Islam itu adalah agama yang cinta tanah air, dan cinta damai. Sambungnya jangan sampai kelompok-kelompok garis keras yang mendakwahkan kebencian tumbuh subur menyebarkan fahamnya kepada masyarakat.

"Jangan sampai kecolongan, kita harus bersatu melawan mereka. Kita bisa kalahkan itu, kalau kita yakini faham kebangsaan, dan kemanusiaan, umat Islam tidak akan kecolongan," tegasnya. 

Maman mengapresiasi langkah yang diambil oleh Polri dengan melakukan negosiasi dengan para pelaku teror, dengan maksud agar tidak sampai timbul korban, walaupun kemudian Polri yang menjadi korbannya. Menurutnya ini merupakan sebuah strategi dengan tidak gegabah mengambil keputusan yang akan menjadi boomerang di kemudian hari. 

"Polisi tidak mengabil keputusan yang menjadi boomerang, karena saya yakini nanti akan ada yang mengelukan jasad teroris itu, pembalikan fakta ada dimana-mana. Saya yakin kelompok moderat, kelompok damai lebih banyak. Ini adalah kebiadaban yang mencoreng nilai-nilai kemanusiaan," pungkasnya. 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar