Yamaha Aerox

Cara KPU Kota Cirebon Tingkatkan Partisipasi Pemilih

  Sabtu, 12 Januari 2019   Erika Lia
Komisioner KPU Kota Cirebon, Dedi Haerudi. (Erika Lia)

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon membuka rekrutmen Relawan Demokrasi (Relasi). Rendahnya partisipasi pemilih menadi alasan pembentukan relasi.

Komisioner KPU Kota Cirebon, Dedi Haerudi menerangkan Relasi akan menjadi mitra KPU dalam menjalankan agenda sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis kota/kabupaten. Sebelas basis pemilih strategis bakal dilibatkan.

“Relasi akan melibatkan masyarakat yang berasal dari sebelas basis pemilih strategis. Masing-masing basis pemilih keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, disabilitas, berkebutuhan khusus, kaum marjinal, komunitas, keagamaan, basis internet, dan relawan demokrasi,” bebernya, Sabtu (12/1/2019).

KPU Kota Cirebon membutuhkan 55 Relasi, dengan pembagian lima orang pada setiap basis. Rekrutmen diagendakan berlangsung pada minggu pertama dan kedua Januari ini, berupa tahapan pendaftaran hingga pengumuman hasil.

Pada minggu ketiga akan dilaksanakan pembekalan Relasi, dan minggu keempat maupun kelima para Relasi akan turun ke lapangan. Program ini terbuka bagi siapapun, asal memiliki hak pilih, namun bukan penyelenggara pemilu.

“Metode perekrutan pun bukan hanya dari pengumuman pada website resmi KPU Kota Cirebon. Kami juga menerima usulan atau rekomendasi dari lembaga yang strategis, misalnya yayasan tuna netra atau sejenisnya bisa merekomendasikan seseorang sebagai Relasi untuk basis disabilitas,” jelasnya.

Sebelum turun ke lapangan pada Januari-April, para relawan akan mengikuti pelatihan untuk pelatih (TOT). Materi pada TOT di antaranya berkaitan dengan pentingnya demokrasi, pemilu, dan partisipasi, pemahaman teknis tahapan pemilu strategis, kode etik relawan, hingga teknik berkomunikasi, dan lainnya.

Program ini dilatari partisipasi pemilih yang cenderung menurun dalam kurun waktu empat kali pemilihan umum (pemilu) nasional terakhir. Tak hanya pemilu nasional, indikasi itu juga ditunjukkan pada pemilihan kepala daerah (pilkada) lalu.

Pada Pemilu 1999 partisipasi pemilih sekitar 92% dan Pemilu 2004 sekitar 84%. Jumlah itu bahkan semakin menurun pada helatan berikutnya, masing-masing Pemilu 2009 yang berkisar pada angka 71% dan 73% pada Pemilu 2014.

“Program Relasi ini diharap meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat untuk menggunakan hak pilih,” tandasnya.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar