Yamaha NMax

Hindari Kecelakaan, Nelayan Diimbau Tak Melaut

  Selasa, 29 Januari 2019   Erika Lia
Seorang nelayan menjalin jaring bekas menjadi rumpon di PPN Kejawanan, Kota Cirebon, Selasa (29/1/2019). (Erika Lia/Ayocirebon.com)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM--Jumlah korban kecelakaan laut di perairan Jawa Barat terdata sekitar 288 orang dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Nelayan diimbau tak melaut sementara ini.

Direktur Polairud Polda Jabar, Kombes Pol Widi Handoko menyebutkan, pada 2016 sebanyak 116 orang menjadi korban kecelakaan laut.

"Jumlah itu turun menjadi 90 orang pada 2017 dan 82 orang pada 2018," katanya, Selasa (29/1/2019).

AYO BACA : Nelayan Indramayu Butuh Pelabuhan Perikanan

Berdasarkan data tersebut, jumlah korban tewas pada 2016 tercatat 12 orang. Sementara korban tewas pada 2017 dan 2018 masing-masing 42 orang dan 24 orang.

Dia mengatakan, kecelakaan laut tak hanya menimpa kalangan nelayan. Kejadian seperti orang tenggelam pun, sambungnya, terdata sebagai kecelakaan laut.

"Tapi memang dominasi korbannya kalangan nelayan," cetus dia.

AYO BACA : Gelombang Tinggi Ancam Nelayan Cirebon Sepekan ke Depan

Dalam situasi cuaca buruk seperti sekarang, pihaknya mengimbau kalangan nelayan sementara waktu tak melaut.

Angin kencang dan gelombang tinggi saat ini melanda pantai utara Jabar dengan ketinggian berkisar 4-5 meter. Sementara di pantai selatan Jabar ketinggian gelombang diperkirakan tiga meter.

"Kami imbau tak melaut dulu karena cuaca sekarang membahayakan. Sebaiknya tunggu sampai cuaca membaik," tuturnya.

Pihaknya belum dapat memastikan sampai kapan cuaca buruk akan berlangsung. Dia mengingatkan nelayan waspada dan melengkapi diri dengan kelengkapan keselamatan, bilapun harus melaut saat cuaca buruk.

"Kami juga imbau nelayan ikuti perkembangan informasi kebencanaan," tandasnya.

AYO BACA : Nelayan Pencari Rajungan Hilang Diterjang Gelombang Laut


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar