Yamaha NMax

Begini Kilas Balik Yamaha Mio Series di Indonesia

  Jumat, 01 Februari 2019   Erika Lia
Sepeda motor matik Yamaha Mio. (istimewa)

CIREBON, AYOCIREBON.COM--Yamaha Mio Series merupakan salah satu motor matik yang kemunculan dan keberadaanya sangat fenomenal. Motor Yamaha Mio series pertama keluar di tahun 2013 telah menyita perhatian masyarakat Indonesia.

Jika pasar motor Indonesia sebelumnya dikuasai motor bebek, sejak munculnya Yamaha Mio, kondisi tersebut berubah. Saat itu hingga kini, banyak orang Indonesia beralih mengendarai motor matik.

Pada awalnya, Yamaha Mio sebenarnya didesain untuk dipakai kaum hawa dengan slogan "Wanita jangan mau ketinggalan”. Image tersebut diperkuat dengan dimensi motor Mio yang kecil dan ramping, enteng, serta pengoperasiannya yang mudah.

Menariknya, kaum lelaki justru banyak yang kepincut dengan Yamaha Mio karena sistem transmisi otomatis yang praktis. Lewat fenomena tersebut, motor matik yang semula lebih diasosiasikan dengan pengendara motor wanita malah berubah jadi motor sejuta umat.

AYO BACA : Blue Core, Teknologi Andalan Yamaha

Pada tahun 2007, demi memuskan pecinta Yamah Mio dari kaum lelaki, Yamaha mengeluarkan Yamaha Mio Soul dengan desain lebih macho. Terdapat Lampu di bagian depan dan punya desain bodi yang lebih lebar.

Pada tahun 2008, Yamaha Mio melakukan sedikit facelift di bagian lampu sein. Yamaha Mio ini akhirnya punya panggilan khas 'Mio Smile' karena memang terlihat seperti sedang tersenyum.

Di tahun 2012, Yamaha akhirnya menyematkan teknologi injeksi Blue Core pada Yamaha Mio J. Selain injeksi, Yamaha Mio J juga telah diberikan DiAsil Cylinder dan Forged Piston untuk menunjang kinerja mesin yang optimal.

Tahun 2013, Yamaha kembali meluncurkan Yamaha Mio GT. Yamaha Mio ini adalah motor Yamaha pertama yang desainnya lebih banyak dikerjakan oleh insinyur Yamaha Indonesia.

AYO BACA : Yamaha Sukses Gelar Event Blucore Yamaha Motor Show 2018 Cirebon

Selang setahun tepatnya di tahun 2014, Yamaha kemudian memperkenalkan motor baru pada keluarga Yamaha Mio, yaitu Yamaha Mio M3. Mesin Mio M3 sudah mengalami perubahan dengan menggunakan mesin berkubikasi 125 cc.

Setelah Mio M3, Yamaha mengembangkan lagi Yamaha Mio Z pada tahun 2016. Secara umum, desain Mio Z tidak terlalu banyak berbeda dengan Mio M3. Keduanya sama.

Mesin juga sama menggunakan mesin 125cc seperti Yamaha Mio M3. Bedanya Mio Z punya ukuran pelek dan ban yang lebih besar dengan pelek deoan 1,60x14 dibalut ban 80/80-14, belakang pelek 2,50x14 dengan ban 100/70-14.

Kemudian di tahun 2017, Yamaha meluncurkan dua varian Yamaha Mio. Yang pertama adalah Yamaha Mio M3 125 AKS SSS yang telah dibekali Advance Key System (AKS) serta teknologi Stop Start System (SSS).

Paling terakhir, Yamaha baru saja meluncurkan Yamaha Mio S di bulan Oktober 2017 lalu. Desainnya berbeda dibanding Mio Series sebelumnya, bentuk sayap dan tebeng depan lebih mengecil jika bandingkan dengan Yamaha Mio Z.

Lampu Mio S menggunakan LED alias Light Emitting Diode warna putih. Untuk mesin masih sama dengan Yamaha Mio Z maupun Mio M3. Yamaha Mio S dibekali dengan mesin 125cc yang mampu menghasilkan tenaga 9,4 dk di 8.000 rpm dan Torsi 9,6 nm di 5.500 rpm.

AYO BACA : Skutik Baru Yamaha FreeGo Resmi Diluncurkan


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar