Yamaha NMax

Kirab Budaya Cap Go Meh, Ruang Ekspresi Seni Budaya dan Ritual Keagamaan

  Selasa, 19 Februari 2019   Erika Lia
Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis (berseragam coklat & bertopi) saat mengangkat salah satu joli saat Kirab Budaya Cap Go Meh yang dimulai dari Wihara Dewi Welas Asih, Kota Cirebon, Selasa (19/2/2019). (Erika Lia/Ayocirebon.com)

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM--Kirab Budaya Cap Go Meh menjadi penanda akulturasi budaya masyarakat Cirebon yang majemuk. Sebuah ruang ekspresi seni budaya dan ritual keagamaan.

Lima belas joli (tandu) berwarna merah ditandu beberapa orang keluar area Wihara Dewi Welas Asih, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Joli-joli mengangkut satu patung dewa atau dewi.

Ke-15 joli masing-masing terdiri dari enam joli milik Wihara Dewi Welas Asih, sedangkan sisanya milik para 'tamu' atau wihara dan klenteng dari daerah lain se-Wilayah Cirebon. Setiap joli seberat 100 kilogram ditandu sedikitnya delapan orang.

Dari 15 joli, satu joli di antaranya berukuran lebih kecil dengan berat 4-5 kilogram yang ditandu anak-anak secara bergantian. Joli terkecil ini mengangkut Naca atau Dewa Anak-anak.

AYO BACA : Etnis Tionghoa Cirebon Persiapkan Perayaan Cap Go Meh

Di luar wihara, ribuan orang berbaris berkumpul mencoba menyaksikan lebih dekat kirab budaya cap go meh sepanjang sekitar 150 meter. Bersama joli-joli pengangkut dewa dan dewi, kirab budaya diiringi pula atraksi barongsai dan liong serta diikuti kereta kencana Keraton Singhapura dari Sirnabaya, Kabupaten Cirebon.

Selain Naca, dewa dan dewi yang diarak di antaranya Dewi Kwan Im (Kwan Im Po Sat) sebagai Dewi Kebijaksanaan, Dewa Kejujuran dan Kesetiaan, Dewi Laut, Dewa Bumi, Dewa Pengobatan, dan lainnya. Dewi Kejujuran dari Wihara Dewi Welas Asih selaku tuan rumah ditempatkan pada joliĀ  paling depan untuk memimpin rombongan.

"Setelah itu diikuti Naca, Kwan Im Po Sat, dewa dan dewi dari luar tuan rumah, dewa dan dewi tuan rumah lagi, kemudian paling belakang Dewa Pengobatan," rinci salah satu pengurus Wihara Dewi Welas Asih, Ahong.

Secara keseluruhan, kirab budaya diikuti sedikitnya 2 ribu orang dari berbagai daerah, suku, dan agama. Dengan kata lain, kirab itu tak hanya diikuti warga Tionghoa, mengingat adanya peran serta warga non-Tionghoa lainnya.

AYO BACA : Polres Cirebon Kota Siap Amankan Acara Kirab Budaya Cap Go Meh

Ahong menyampaikan, Cap Go Meh itu sendiri mengandung harapan agar Cirebon tetap aman, damai, dan sejahtera. Kegiatan itu juga dimaksudkan sebagai 'pendingin' situasi politik saat ini.

"Kami dinginkan dengan doa, semoga Cirebon tetap aman dan damai, apalagi menjelang Pemilu ini," ungkapnya.

Kirab Budaya Cap Go Meh dimulai dari Wihara Dewi Welas Asih, dan berturut-turut melintasi Jl. Pasuketan - Jl. Pekiringan - Jl. Parujakan (Wihara Budha Sasana) - Jl. Sukalila Selatan - Jl. Karanggetas - Jl. Panjunan (Wihara Bodhi Dharma Maitreya) - Jl. Jagabayan - Jl. Winaon (Bun San Tong) - Jl. Kanoman - Jl. Talang (MAKIN) - Jl. Kebumen - Yos Sudarso (Bank Indonesia) - Wihara Dewi Welas Asih. Total jarak kirab 4-4,5 km.

Kirab dibuka Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, dan dihadiri pula Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati, serta unsur muspida Kota Cirebon. Dalam kesempatan itu, Azis mengklaim, kegiatan itu telah menunjukkan kehidupan keberagamaan di Kota Cirebon berlangsung baik.

"Peserta kirab bukan hanya warga Tionghoa, warga non Tionghoa dan dari agama lain pun berpartisipasi langsung di sini, di antaranya ikut menandu joli. Ini menunjukkan tingkat keberagamaan di Kota Cirebon sudah tak ada masalah," bebernya seusai membuka kirab dan turut menandu salah satu joli.

Even itu sendiri dipandangnya sebagai ruang berekspresi masyarakat dari berbagai suku dan agama yang tinggal di Cirebon. Di sisi lain, kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun itu merupakan bentuk pelestarian budaya.

"Ini adalah ruang ekspresi kegiatan seni budaya serta ritual keagamaan bagi masyarakat Cirebon yang majemuk. Setiap tahun digelar dengan lebih baik dan semarak," tegasnya.

AYO BACA : Warga Tumpah Ruah Menyaksikan Kirab Budaya Cap Go Meh


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar