Yamaha Aerox

Sound Of Sunyaragi di Cirebon Batal, Pengusaha Tour dan Travel Kecewa

  Kamis, 21 Februari 2019   Erika Lia
Flyer promosi even Sound Of Sunyaragi (SOS) yang disebar melalui Instagram resmi SOS. SOS sendiri batal digelar Sabtu (23/2/2019) sesuai agenda awal dan mengecewakan para pengusaha tour dan travel Wilayah Cirebon. (Erika Lia/Ayocirebon.com)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM--Gabungan Pengusaha Industri Tour and Travel (Gapitt) Cirebon dikecewakan pembatalan even Sound Of Sunyaragi (SOS) yang sedianya digelar sebagai puncak acara rangkaian Cirebon Festival (Cifest), 23 Februari ini.

Semula, Cifest diagendakan 16-17 Februari 2019 dan ditutup SOS di objek wisata Taman Goa Sunyaragi pada 23 Februari, dengan penampilan musisi Tohpati dan Dewa Budjana. Namun, pelaksanaan Cifest diundur pada 22-23 Februari 2019 atau pada akhir pekan ini.

Tak hanya Cifest yang diundur, SOS pun batal digelar pada 23 Februari dan diagendakan ulang. Para pengusaha tour dan travel se-Wilayah Cirebon yang tergabung dalam Gapitt pun mengungkapkan kecewaannya saat pertemuan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Kamis (21/2/2019).

"Saya baru tadi siang dapat info SOS batal pada 23 Februari ini dan diagendakan ulang. Padahal, kami sudah 'menjual' Cifest dengan SOS sebagai puncak acara," ungkap Ketua Gapitt Cirebon, Dadang Abdul Kodir kepada Ayocirebom.com seusai pertemuan.

Dadang mengaku, tak diberitahu alasan pembatalan SOS. SOS sendiri diketahui diselenggarakan salah satu event organizer, FORIS EVENT, yang sedianya bekerjasama dengan Pemkot Cirebon dalam Cifest 2019.

AYO BACA : Tarik Wisatawan, Pemkot Cirebon Agendakan Cifest

Dia mengungkapkan, untuk Cifest dan SOS sendiri, pihaknya telah mengundang 100 buyer dari daerah-daerah se-Indonesia. Musisi sekelas Dewa Budjana dan Tohpati yang sedianya tampil saat SOS menjadi daya tarik 'termahal' yang 'dijual' Gapitt untuk even ini.

"Kami kecewa, pembatalan ini membuat daya tarik dan kepuasan buyer yang akan kami bawa bisa jadi berkurang," bebernya.

Pihaknya berharap, gelaran Cifest pun bakal memberikan unsur kejutan yang dapat memuaskan para buyer. Dia menjelaskan, para buyer yang dibawanya terdiri dari pengusaha-pengusaha travel se-Indonesia.

Cifest, jelas Dadang, sejatinya merupakan salah satu kegiatan dalam agenda Travel Mart atau sebuah even yang digelar untuk meningkatkan sebuah potensi pariwisata di salah satu daerah. Selain Cifest, Gapitt juga mengadakan table top yaitu momen pertemuan para seller Cirebon dan buyer untuk kemudian bertransaksi.

"Para seller di antaranya pengelola objek wisata, pengelola hotel, rumah makan, dan lainnya yang ada di Kota Cirebon maupun Wilayah Cirebon lainnya," terang Dadang lagi.

AYO BACA : Dewa Budjana dan Tohpati Batal Tampil di SOS, Cifest Dijanjikan Tetap Menarik


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar