Yamaha NMax

Tak Hanya Sarana, Pariwisata di Cirebon dan Jabar Butuh Pula Ini

  Senin, 25 Februari 2019   Erika Lia
Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat dari Keraton Kasepuhan Cirebon mengingatkan, sadar wisata harus pula mengiringi pembenahan sarana pariwisata yang tengah digenjot Pemprov Jabar.

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM- Sikap sadar wisata selayaknya dimiliki pula masyarakat, di samping pemenuhan sarana di sektor pariwisata yang kini tengah digenjot Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat dari Keraton Kasepuhan Cirebon mengungkapkan, suatu destinasi wisata harus didukung masyarakat sekitarnya. Masyarakat setempat harus memiliki kesadaran wisata dan sapta pesona.

“Di Wilayah Cirebon, masyarakat belum sepenuhnya sadar wisata dan melaksanakan sapta pesona wisata,” ungkapnya kepada Ayocirebon.com.

Sadar wisata sejatinya menggambarkan partisipasi dan dukungan masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di suatu wilayah. Dalam hal ini, masyarakat diharapkan siap mewujudkan sapta pesona yang meliputi unsur-unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.

Dia mengingatkan, sadar wisata dan sapta pesona memiliki pengaruh signifikan dalam dunia pariwisata. Suatu daerah dengan masyarakat yang belum memiliki sadar wisata dan belum menciptakan sapta pesona bisa jadi dimasukkan wisatawan dalam daftar hitam destinasi wisata.

“Pengaruhnya sangat signifikan. Wisatawan yang datang ke daerah yang masyarakatnya kurang ramah, banyak copet alias tidak aman, bisa jadi daerah itu di-black list,” tuturnya menyontohkan.

Dia tak menampik, sumber daya manusia memiliki peran penting dalam menyukseskan misi peningkatan jumlah wisatawan. Tahun ini, Pemerintah Provinsi Jabar diketahui menargetkan jumlah kunjungan wisata mencapai 6juta orang, sedangkan Kota Cirebon ditarget 2 juta wisatawan.

Namun begitu, Arief berharap, upaya percepatan pariwisata yang tengah dilakukan pemerintah daerah kini dengan sendirinya secara paralel akan membuat masyarakat sadar wisata. Dia pun menyarankan semacam pelatihan (workshop) bagi masyarakat di sekitar destinasi wisata.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati mengaku, telah sepakat dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cirebon untuk mengedukasi masyarakat Kota Cirebon khususnya terkait sadar wisata ini.

“Salah satunya melatih masyarakat agar ramah dan murah senyum karena senyum adalah pembuka komunikasi. Ini harus dimiliki masyarakat Kota Cirebon dan tengah kami kaji realisasi upayanya,” paparnya.


 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar