Yamaha NMax

Israel Larang Umat Muslim Azan dan Shalat di Al-Aqsha

  Rabu, 13 Maret 2019   Fira Nursyabani
Relawan Aksi Cepat Tangap (ACT) melakukan aksi teatrikal pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (10/3/2019). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

YERUSALEM, AYOCIREBON.COM -- Polisi Israel melarang azan dikumandangkan dari Masjid Al-Aqsha, tempat suci ketiga umat Muslim. Mereka juga menyerang warga Palestina yang berkumpul di luar Bab Al-Asbat, salah satu gerbang utama menuju Kompleks Masjid Al-Aqsha di Kota Tua Yerusalem.

Polisi Israel melarang jemaah menunaikan salat isya setelah menutup semua gerbang masjid, kata beberapa saksi mata. Jemaah diusir ke luar kompleks sebelum mereka menutup semua gerbang.

Hal ini dilakukan setelah polisi Israel menuduh seorang Muslim telah membakar sebuah pos polisi di dalam kompleks tersebut. Namun rakyat Palestina membantah tuduhan mengenai pembakaran itu. 

Diberitakan kantor berita Palestina, WAFA, sebagian warga Palestina mengatakan pembakaran tersebut diduga dilakukan oleh polisi Israel sendiri atau antek mereka untuk kemudian digunakan sebagai dalih bagi penutupan kompleks Al-Aqsha. Polisi Israel telah berusaha melakukan penutupan tersebut selama lebih dari tiga pekan.

Beberapa saksi mata mengatakan banyak polisi yang ditempatkan di dalam Kota Tua, terutama di Gerbang Masjid Al-Aqsha, dan menghalangi rakyat Palestina yang datang untuk menunaikan salat isya di tempat terbuka di luar Bab Al-Asbat. Baku hantam sempat terjadi dan polisi menggunakan kekerasan untuk mengusir orang-orang yang hendak beribadah.

Komisi Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, organisasi itu membawa 4 orang yang cedera karena dipukuli ke rumah sakit. Mereka mengatakan, polisi Israel menyerang petugasnya di Bab Al-Asbat dan melarang mereka berada di daerah tersebut.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar