Yamaha Mio S

Biaya Isbat Nikah Tinggi, Banyak Pasutri Argasunya Tak Punya Dokumen Nikah

  Kamis, 14 Maret 2019   Erika Lia
Ilustrasi buku nikah.

HARJAMUKTI, AYOCIREBON.COM -- Biaya isbat yang dianggap tinggi menjadi salah satu alasan banyaknya pasangan suami istri (pasutri) di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, yang tak mengantongi dokumen pernikahan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon diharap memfasilitasi warga dengan mengalokasikan anggaran. Ketua RW 07 Sumurwuni, Kelurahan Argasunya, Sri Hartuti mengungkapkan, biaya isbat nikah sebesar Rp500 ribu bukanlah nominal yang kecil bagi warga setempat.

"Lima ratus ribu rupiah bukan jumlah yang sedikit bagi warga Sumurwuni. Belum lagi kemudian harus mengurus dokumen-dokumen pendukung," katanya.

Setidaknya 156 pasutri dari 648 kepala keluarga di RW Sumurwuni semula tak memiliki dokumen nikah. Kemudian, difasilitasi Dharma Wanita Dinas Pendidikan Kota Cirebon dan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, 54 pasutri berhasil mengantongi buku nikah.

Menurutnya, bisa jadi tak sedikit masyarakat yang menilai kepemilikan dokumen nikah tidaklah terlalu penting. Namun, keadaan berbalik kala anak-anak mereka tumbuh besar dan harus bersekolah yang notabene membutuhkan dokumen.

Pihaknya berharap Pemkot Cirebon memfasilitasi pasutri dengan kondisi semacam ini agar bisa mengantongi dokumen nikah.

"Kami harap Pemkot Cirebon bisa mengupayakan kepemilikan dokumen nikah bagi sisa pasutri yang belum mendapat dokumen nikah," tuturnya.

Sementara, Lurah Argasunya, Dudung Abdul Barry tak menampik masih banyak warganya yang tak punya dokumen nikah. Pihaknya pernah mengajukan permintaan anggaran setidaknya untuk membiayai sidang isbat nikah bagi warga Kelurahan Argasunya yang mayoritas tak mampu.

"Pada Musrenbang 2017, kami pernah ajukan untuk tahun anggaran 2018 . Tapi ditolak, sehingga kami tak ajukan lagi tahun ini," klaimnya.

Dia memprediksi, lebih dari 20% pasutri warga Kelurahan Argasunya belum memiliki dokumen nikah. Faktornya mulai dari tradisi atau budaya religius karena rata-rata warga Argasunya mempercayakan hampir seluruh urusan kepada kyai.

Sebagian besar pasutri yang tak mengantongi dokumen surat nikah merupakan warga yang berdiam di bagian atas Argasunya, seperti RW 07 sampai RW 11. Warga yang menetap di sini diketahui berbatasan dengan Kampung Benda Kerep yang dikenal sebagai kawasan riligius.
 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar