Yamaha NMax

Atasi Banjir di Indramayu, Jalan Penghubung Dibongkar

  Rabu, 10 April 2019   Erika Lia
Banjir di Indramayu. (Erika Lia/Ayocirebon.com)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM--Atasi banjir di Kabupaten Indramayu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung membongkar jalan di Desa Pagirikan, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Rabu (10/4/2019).

Jalan beraspal yang dibongkar diketahui dibangun sejak sekitar 25 tahun lalu. Langkah itu dilakukan setelah muncul kesepakatan dalam rapat darurat oleh unsur muspida di lokasi jalan di Desa Pagirikan.

Semula, jalan sepanjang sekitar 200 meter itu merupakan akses utama yang menghubungkan Kecamatan Indramayu dengan Kecamatan Pasekan. Sayangnya, pembangunan jalan itu telah mematikan aliran Sungai Cimanuk Lama yang menuju ke laut. Imbasnya, kala debit sungai tinggi, air yang seharusnya menuju ke laut, meluap ke kawasan perkotaan.

"Saya minta jalan itu dibuka supaya banjir segera surut," tegas Bupati Indramayu, Supendi.

AYO BACA : Status Darurat Untuk Banjir Indramayu

Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Happy Mulya langsung menginstruksikan jajarannya membongkar jalan tersebut. Dia memperkirakan, pekerjaan itu membutuhkan waktu 3-4 hari ke depan.

"Lamanya pembongkaran jalan tergantung alatnya, mungkin (selesai) sekitar tiga sampai empat hari," cetusnya.

Tak hanya itu, jajarannya diinstruksikan pula untuk mendistribusikan mesin pompa ke sejumlah lokasi di wilayah yang tergenang. Langkah itu sebagai upaya mengurangi genangan air yang masih tinggi di sejumlah lokasi.

Pihaknya bakal pula mengusulkan normalisasi sungai Cimanuk Lama kepada pemerintah pusat. Dengan panjang sungai Cimanuk Lama sekitar 13 km, penanganan pada tahun lalu baru mencapai 3 km.

AYO BACA : Jalur Jatibarang-Indramayu Ditutup Akibat Banjir

Dia menerangkan, saat banjir menggenangi sejumlah kawasan di Kabupaten Indramayu, air yang dialirkan dari Bendung Rentang ke Sungai Cimanuk sebanyak 1.000 m3/detik. Sementara, kapasitas sungai Cimanuk mencapai 1.200 m3.

"Tapi, di saat bersamaan turun hujan di daerah hulu," ujarnya.

Situasi itu berkontribusi terhadap penambahan air sebanyak 400 m3 hingga menyebabkan Sungai Cimanuk meluap ke sejumlah desa di Indramayu. Selain itu, sejumlah tanggul di Sungai Cimanuk pun sudah berumur cukup tua.

Bahkan, tak sedikit di antara tanggul itu yang rusak, seperti bocor dan posisinya turun hingga air mudah meluap dan merembes. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya bangunan liar di sempadan sungai.

Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki memastikan kesiapan pengamanan pembongkaran jalan dari gangguan apapun. Dia sendiri meyakini, fungsi sungai akan kembali seperti sediakala bila jalan itu dibongkar.

AYO BACA : Banjir, USBN di SMPN 1 Indramayu Ditunda


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar