Yamaha NMax

Menikmati Keindahan Pantai Karongsong Indramayu

  Sabtu, 20 April 2019   Erika Lia
Pantai Karangsong
INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM- Pantai Karangsong di Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, sejak beberapa waktu terakhir menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi pelancong dari berbagai daerah. Berkonsep eco wisata, di sini pelancong bisa menikmati jalan-jalan di hutan bakau (mangrove) sebagai kawasan konservasi maupun di tepian pantai Karangsong. Tak hanya hutan bakau dan pantainya, pelancong bisa pula mengamati kehidupan sejumlah hewan liar yang termasuk keanekaragaman hayati. Eco Wisata Pantai Karangsong terletak di desa nelayan yang terkenal dengan pembuatan dan berlabuhnya kapal nelayan kapal, hingga pencarian dan pelelangan ikan. Kapal-kapal beraneka ukuran, baik yang tengah dibuat hingga yang sudah rusak sekalipun, akan Anda jumpai sepanjang perjalanan menuju Eco Wisata Pantai Karangsong. Tiket masuk ke kawasan wisata dihargai Rp5.000/orang ditambah kendaraan yang Anda tumpangi. Terdapat fasilitas parkir yang cukup luas dan nyaman bagi kendaraan Anda di sekitar pintu masuk. Untuk menikmati hutan bakau dan kawasan pantainya, Anda harus menaiki perahu motor dengan harga tiket Rp15.000/orang. Tak makan waktu lama berperahu sebelum Anda mencapai eco wisata mangrove yang bisa dinikmati dengan berjalan kaki di atas jalan yang dibuat dari jalinan bambu. "Di sini ada pantai dan hutan bakau, selain juga tumbuhan cemara," kata salah seorang petugas eco wisata pantai Karangsong, Ryan Andreyanto, Sabtu (20/4/2019). Di hutan yang difungsikan sebagai penahan abrasi oleh air laut itu, terdapat keanekaragaman hayati vegetasi berupa bakau hitam, bakau kecil, bakau minyak, api-api, pidada, ketapang, cemara laut, hingga bidara. Dalam perjalanan menuju pantai, sesekali Anda akan mendengar suara burung yang hidup di sekitar hutan bakau seluas sekitar 25 hektare ini. Tak hanya mendengar suaranya lho, Anda bahkan bisa mengamati mereka yang sesekali hinggap di akar-akar dan dahan bakau. Setidaknya terdapat 37 spesies burung yang dapat ditemukan di kawasan eco wisata mangrove dan sekitarnya. Di Karangsong, keanekaragaman hayati burung di antaranya meliputi burung kuntul besar, kowak malam kelabu, dan jenis burung yang kadang-kadang dijumpai seperti blekok sawah, kuntul karang, cangak merah, dara laut sayap hitam, hingga yang tergolong kritis yakni rajaudang kalung biru. Sebagian besar populasi burung-burung itu menggunakan mangrove Karangsong sebagai tempat mereka tidur. Sementara, aktivitas mencari makan mereka lakukan dengan terbang ke tempat lain. Selain vegetasi dan burung, keanekaragaman hayati biota laut lainnya juga ditemui di sini, seperti ikan belanak, ikan gelodok, belut, ikan keting, hingga biawak yang sayangnya jarang ditemui. Secara keseluruhan, menjelajah hutan bakau ini menawarkan sejenak pesona alam liar ke hadapan Anda. "Kawasan wisatanya dibuka resmi pada 2015. Tapi penanaman bakaunya sudah dilakukan sejak 2008 secara bertahap," cetus Ryan lagi. Di ujung jalan hutan bakau, barulah tampak Pantai Karangsong. Di tepiannya, Anda bisa menikmati pesona laut, serta bermain pasir dan air sekadarnya. "Tempat wisata ini buka sejak pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB," ujar Ryan. Menjelang tutup atau pukul 17.00 WIB, biasanya Ryan dan petugas lain yang berada di sekitar pantai akan mengingatkan para pelancong untuk mengakhiri wisatanya. Peringatan itu dirasa perlu dilakukan mengingat selepas pukul 17.00 atau ketika tempat wisata itu tutup, tak ada lagi perahu yang akan membawa kembali pelancong ke tempat mereka datang semula. Menaiki kembali perahu, Anda akan dibawa ke arah yang berbeda dengan ketika Anda datang. Di perjalanan pulang, Anda bisa menjumpai perahu-perahu nelayan yang bersiap melaut. Bila Anda datang kemari dan mengakhiri perjalanan di Karangsong pada sore hari, Anda bisa menikmati pemandangan matahari terbenam di pantai ini.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar