Yamaha Aerox

Penerbangan ke Luar Jawa dari Husein Sastranegara Dipindah ke Kertajati Maksimal 15 Juni

  Rabu, 08 Mei 2019   Erika Lia
Ilustrasi penumpang di bandara. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

MAJALENGKA, AYOCIREBON.COM -- Seluruh rute penerbangan ke luar Jawa dari Bandara Husein Sastranegara di Bandung akan dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka.

Pergeseran penerbangan itu diklaim untuk membagi peran dua bandara yang saat ini beroperasi di satu provinsi yang sama. Segala yang berkaitan dengan operasional penerbangan di Kertajati pun dinyatakan telah siap.

Moda transportasi sebagai penunjang optimalisasi penerbangan dari bandara terbesar kedua setelah Soekarno-Hatta ini juga beroperasi lagi bila penerbangan kembali dibuka dari Kertajati.

Pemindahan rute penerbangan luar Jawa dari Husein Sastranegara ke BIJB diketahui dihasilkan dalam sebuah rapat bersama Kementerian Perhubungan di Jakarta pada Selasa (7/5/2019). Rapat yang dihadiri pemangku kepentingan otoritas bandara dan operator Bandara Kertajati PT Angkasa Pura II itu menyepakati pembagian peran sementara antara Husein Sastranegara dan Kertajati.

Direktur PT BIJB, Muhamad Singgih mengungkapkan, dalam pembagian peran itu, Husein Sastranegara tetap beroperasi dengan melayani rute di dalam Pulau Jawa dan Bandar Lampung. Untuk rute internasional, Husein Sastranegara tetap melayani penerbangan ke Malaysia dan Singapura.

"Sedangkan rute jarak jauh atau keluar pulau Jawa seluruhnya akan dialihkan ke Kertajati," kata Singgih, Rabu (8/5/2019).

Namun begitu, menurutnya waktu pemindahan rute penerbangan itu belum dapat dipastikan, bisa sebelum Lebaran tahun ini atau justru setelah Lebaran. Kebijakan itu maksimal direalisasikan pada 15 Juni 2019.

Pertimbangan pengalihan rute jarak jauh itu, menurutnya, pula berkaitan dengan lalu lintas udara di Kertajati yang masih terbilang lengang. Berbanding terbalik dengan Husein Sastranegara yang sudah padat melayani penerbangan setiap hari.

"Keputusan akhirnya diambil agar Bandara Kertajati bisa optimal dari segi pelayanan penerbangan," cetusnya.

Dia pun meyakinkan, fasilitas Bandara Kertajati sudah siap melayani penerbangan domestik maupun internasional. Saat ini, panjang landasan sudah 3.000x60 meter dan parking stand yang dapat menampung 22 pesawat.

Singgih juga tidak menyangsikan konektivitas Bandara Kerjatati. Seraya menanti rampungnya Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sebagai akses utama ke bandara ini, Tol Cipali sejauh ini bisa diandalkan.

"Bandung ke Kertajati via Tol Cipali cuma 2,5 jam menggunakan kendaraan pribadi atau umum," ujarnya.

Dia menyebutkan, sudah ada 12 mitra dan sembilan rute di Jawa Barat yang sudah terlayani dari dan menuju Bandara Kertajati. Selain travel, ada pula Perum Damri sebagai moda transportasi yang sudah menyediakan dan menambah armadanya kapan saja saat dibutuhkan.

Selain itu, mitra transportasi untuk menjangkau Bandara Kertajati yakni Bandung, Indramayu, Tasikmalaya, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Purwakarta, Cirebon, dan Bekasi, seluruhnya kembali melayani penumpang pada 15 Mei 2019. Singgih menjanjikan, situasi ini juga akan terus berkembang ke daerah lain seiring permintaan masyarakat.

"Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kemenhub atas komitmennya meramaikan Bandara Kertajati," ucap Singgih.

Diketahui, sebelumnya Menteri Perhubungann Budi Karya Sumadi mengaku, sedang mengevaluasi ihwal belum optimalnya Bandara Kertajati pasca diresmikan Mei 2018. "Langkah yang diambil adalah semua penerbangan tujuan luar Jawa berangkat dari Kertajati, tidak dari Bandara Husein Sastranegara," tutur Budi.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar