Yamaha Aerox

Mengembalikan Irama Nafas Bandara Kertajati

  Kamis, 16 Mei 2019   Erika Lia
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

MAJALENGKA, AYOCIREBON.COM—Bandara Kertajati terus berjuang mempertahankan keberadaannya. Nafas BIJB yang termasuk salah satu bandara terbesar se-Indonesia ini, terengah-engah manakala antusiasme penumpang belum sesuai harapan.

Bernilai investasi Rp2,6 triliun, bandara ini mengupayakan baragam cara demi mengembalikan irama nafasnya. Upaya itu di antaranya mengambilalih rute penerbangan ke luar Jawa dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, pengangkutan calon jamaah haji, hingga menarget pengkutan kargo.

Bandara berkode penerbangan KJT ini mulai mengalami penurunan penumpang pada sekitar Februari 2019. Jumlah penumpang hanya sekitar 30% dari ketersediaan berjumlah 180 kursi setiap harinya.

Padahal, pada 2018 PT BIJB sempat memproyeksikan penumpang bisa mencapai lebih dari 50% dari ketersediaan kursi. Dengan kondisi itu, dari sepuluh rute penerbangan domestik yang sebelumnya dilayani di BIJB, saat ini tersisa satu rute saja ke Surabaya dengan frekuensi tiga kali penerbangan (Selasa-Kamis-Sabtu) dalam sepekan.

Sejumlah maskapai, seperti Lion Air, Garuda Indonesia, Wings Air, dan Trans Nusa, telah memilih tak beroperasi sementara. Hanya Citilink yang masih melayani penerbangan dengan rute Majalengka-Surabaya.

"(Salah satu sebab) karena kenaikan harga tiket pesawat," ungkap Corporate Secretary PT BIJB, Arief Budiman, Kamis (16/5/2019).

Penyebab itu dipandang sebagai faktor eksternal. Di luar kenaikan harga tiket, dipastikan tak ada penyebab fundamental lain. Namun, penurunan jumlah penumpang terasa sangat signifikan.

Selain kenaikan harga tiket pesawat, sepinya penumpang di BIJB juga dipicu kebijakan bagasi berbayar serta belum rampungnya pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang langsung terhubung dengan BIJB.

Bandara Alternatif

Tak ingin kehabisan nafas, BIJB pun mengupayakan beragam upaya. Salah satu yang sudah dipastikan akan mengembalikan irama nafas bandara ini adalah pengangkutan jamaah haji dari lima daerah se-Wilayah Cirebon, yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

"Sudah ditetapkan pemberangkatan para calon jamaah haji dari lima daerah itu dari Bandara Kertajati," kata Arief lagi.

Ada 17 kloter calon jamaah haji yang akan diberangkatkan dari Bandara Kertajati pada 20 Juli 2019, dengan jumlah mencapai lebih dari 6.000 orang. Pemberangkatan ini setidaknya menjadi tahapan pertama dari agenda besar Bandara Kertajati, yang ditarget sebagai bandara pemberangkatan seluruh calon jamaah haji di Jawa Barat yang jumlahnya mencapai 39.000 orang/tahun.

Tahapan pemberangkatan calon jamaah haji sendiri terkait keberadaan embarkasi haji. Diketahui, dua daerah di Wilayah Cirebon, masing-masing Kabupaten Majalengka dan Indramayu, menghendaki dirinya sebagai embarkasi haji.

Selain pemberangkatan calon jamaah haji, pengambilalihan rute penerbangan ke luar Jawa dari Bandara Husein Sastranegara juga menjadi upaya lain demi menghidupkan Bandara Kertajati. Arief menyebutkan, 12 rute penerbangan ke luar Jawa dialihkan dari Husein ke Kertajati.

Kebijakan pengalihan itu diambil melalui sebuah rapat bersama Kementerian Perhubungan di Jakarta pada 7 Mei 2019. Rapat yang dihadiri pemangku kepentingan otoritas bandara dan operator Bandara Kertajati PT Angkasa Pura II itu menyepakati pembagian peran sementara antara Husein Sastranegara dan Kertajati.

"Ada 12 rute yang pemberangkatannya dari Bandara Kertajati, masing-masing menuju Denpasar, Medan, Pekanbaru, Palembang, Makassar, Pontianak, Balikpapan, Batam, Banjarmasin, Padang, Lombok, dan Pangkalpinang," tuturnya.

Pengalihan itu pun praktis 'mengembalikan' sejumlah maskapai penerbangan ke Bandara Kertajati, seperti Lion Air dan Garuda Indonesia, ditambah Air Asia dan Ekspress Air.

Dari 12 rute ke luar Jawa yang dibuka di Bandara Kertajati, 11 rute di antaranya memiliki frekuensi penerbangan satu kali dalam sehari. Hanya penerbangan ke Denpasar yang berfrekuensi penerbangan lebih banyak dibanding 11 daerah lainnya.

"Hanya, frekuensi penerbangan ke Denpasar dari Kertajati belum ditentukan berapa kali karena masih mengamati pasar. Tapi, kemungkinan lebih dari sekali dalam sehari, mengingat frekuensi penerbangan ke Denpasar dari Bandara Husein mencapai empat kali dalam sehari," paparnya.

Pergeseran penerbangan itu diklaim untuk membagi peran dua bandara yang saat ini beroperasi di satu provinsi yang sama. Segala yang berkaitan dengan operasional kebandarudaraan di Kertajati pun dinyatakan telah siap.

Moda transportasi sebagai penunjang optimalisasi penerbangan dari bandara terbesar kedua setelah Soekarno-Hatta ini juga beroperasi lagi bila penerbangan kembali dibuka dari Kertajati. Waktu pemindahan rute penerbangan maksimal direalisasikan pada 15 Juni 2019.

Dalam pembagian peran itu, Husein Sastranegara tetap beroperasi dengan melayani rute di dalam Pulau Jawa dan Bandar Lampung. Untuk rute internasional, Husein tetap melayani penerbangan ke Malaysia dan Singapura.

Pertimbangan pengalihan rute jarak jauh itu berkaitan pula dengan lalu lintas udara di Kertajati yang masih terbilang lengang. Berbanding terbalik dengan Husein Sastranegara yang sudah padat melayani penerbangan setiap hari.

Bisa Jadi Bandara Kargo

Sementara, upaya lain yang dilakukan BIJB untuk mengoptimalkan layanan penerbangan adalah melalui target pasar potensial lain, yakni pada komoditas non-penumpang. Bandara Kertajati diharap menjadi alternatif untuk kebutuhan lain bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor logistik.

Airport Operation and Performance Group Head PT BIJB, Agus Sugeng Widodo mengatakan, angkutan kargo pada BIJB direncanakan beroperasi mulai Juni nanti. Mei ini, pihaknya akan menyempurnakan fasilitas yang sudah ada.

"Angkutan kargo akan dimulai Juni nanti. Mei ini kami manfaatkan waktu untuk evaluasi fasilitas yang sudah dibangun," tuturnya ditemui dalam sebuah kesempatan.

Angkutan kargo menjadi fokus pengembangan pelayanan BIJB karena diakuinya, menaikkan jumlah penumpang bukanlah hal mudah. Layanan perputaran logistik internasional ini diketahui dioperasikan PT Jasa Angkasa Semesta (JAS).

Dia menyebutkan, kargo yang ada sejauh ini 4.500 meter persegi yang terbagi dua, masing-masing untuk domestik dan internasional. Pihaknya mengharapkan pengalihan angkutan kargo dilakukan perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor logistik ke BIJB dari Bandara Soetta maupun Semarang.

Bersama instansi terkait lain, pihaknya menjamin pelayanan yang singkat dan cepat dalam pelayanan kargo. Dia berjanji akan memberlakukan single administration, termasuk pembayaran yang dilakukan by system.

"Kajian detail memang belum ada, tapi harapan kami memberi harga (tarif kargo) lebih murah supaya pengusaha menerima benefit," katanya.

Dia mengakui, para pengusaha memiliki pertimbangan sebelum berkehendak memutuskan pengalihan angkutan kargo ke BIJB. Pertimbangan itu meliputi faktor jarak, waktu, dan tempat, dengan prinsip efisiensi.

Agus pun berjanji akan mengamati sejumlah komponen cargo service charges sebelum memberlakukan tarif kargo. Komponen itu di antaranya meliputi parkir, pengemasan, handling, dan lainnya.

"Kami akan amati mana yang membuat tarif kargo lebih tinggi dan itu akan kami turunkan supaya di bawah (bandara) Soetta," ungkapnya.

Dia menambahkan, infrastruktur landasan pacu (runway) di BIJB sepanjang 3.000 meter pun telah sanggup bagi pesawat terbesar di dunia. Landasan pacu BIJB diketahui lebih panjang dibanding Bandara Wiriadinata yang masih di bawah 3.000 meter sehingga hanya diperuntukkan bagi penerbangan jarak pendek dan pesawat kecil, mengingat fungsinya hanya sebagai bandara pangkalan seperti Husein Sastranegara.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar