Yamaha Aerox

Keren, BI Cirebon dan At Taqwa Center Cirebon Cetak Wirausahawan Digital

  Jumat, 17 Mei 2019   Erika Lia
Ilustrasi santri. (istimewa)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM--Tiga puluh calon santri mengikuti Pesantren At Taqwa Digitalpreneurship Angkatan III, yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon bersama At Taqwa Center Kota Cirebon, Jumat (17/5/2019).

Kegiatan itu merupakan program pencetakan wirausahawan digital yang telah berjalan tiga tahun terakhir. Ke-30 calon santri itu akan 'mesantren' selama enam bulan di Masjid At Taqwa, Kota Cirebon.

Tak hanya sebagai wirausahawan digital muda, mereka juga dicetak sebagai wirausahawan digital dunia akhirat alias wirausahawan plus. Para peserta dibekali ilmu pemasaran, teknologi informasi, sekaligus dididik agar bisa menjadi juru dakwah dan lulus minimal hafal 2 juz Alquran.

Kepala KPwBI Cirebon, M Abdul Madjid Ikram mengklaim, program yang satu-satunya di Indonesia ini merupakan kombinasi antara keimanan dan ketaqwaan yang disatukan dengan aspek ekonomi. Diharapkan, timbul kemandirian usaha dengan pengembangan digital.

AYO BACA : Tips Berusaha Ala Menteri BUMN Untuk Santri

"Zaman sekarang dibutuhkan etika bisnis yang berbasis Islam. Kami harap program ini bisa mengisi ruang-ruang yang masih kosong, yakni wirausahawan dengan dasar agama yang mumpuni," paparnya.

Wirausahawan dengan dasar agama yang mumpuni dipandang akan berfaedah bagi dirinya juga umat. Dia pun meyakinkan, program ini digarap serius demi mencapai visi misi.

Tak sembarang calon santri bisa menjadi peserta program ini, mengingat adanya seleksi. Ke-30 calon santri yang lolos program ini sebelumnya telah mengeliminir 120 peminat.

Tenaga pengajar program ini berasal dari komunitas Tangan Di Atas, yang bekerjasama dengan At Taqwa Center dan BI. Dia menjamin, tenaga pengajar dan kurikulum dalam program ini mumpuni sebab digunakan pula di sejumlah kota besar yang menggandeng komunitas sama.

AYO BACA : SDM Indonesia Belum Siap 4.0, Kadin Motivasi Santri Buntet Pesantren

"Dari informasi pengajar, sejumlah perusahaan sudah memesan lulusan program Pesantren At-Taqwa Digitalpreneurship. Padahal, programnya saja baru mulai April lalu," tuturnya.

Sekalipun demikian, dia berharap lulusannya kelak tak lupa membantu menghubungkan pelaku-pelaku usaha UMKM binaan BI dengan pasar yang masih sangat luas.

Sementara itu, Ketua At Taqwa Center, Ahmad Yani menyebutkan, syarat peserta harus berumud 18-24 tahun. Tak hanya wajib lolos seleksi, calon peserta diutamakan dari keluarga tak mampu yang memiliki semangat serta motivasi untuk maju memperbaiki nasib.

"Tiga puluh lima persen alumnus Pesantren At Taqwa Digitalpreneurship berusaha sendiri, 50% diserap perusahaan, sedangkan sisanya menyumbangkan ilmunya sebagai mentor," bebernya.

Dia pun sepakat, pada era digital kini, perusahaan besar hingga kecil memerlukan jasa digital marketing strategi. Pihaknya pun berharap bisa mencetak pengusaha berkarakter Islami.

AYO BACA : 26 Santri Angkatan II Pesantren Digitalpreneurship Diwisuda


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar