Yamaha Mio S

Pemkab Indramayu Protes Wagub Uu Soal Rencana Pemindahan Embarkasi Haji

  Senin, 20 Mei 2019   Erika Lia
Bupati Indramayu, Supendi (kanan), saar mengungkapkan kekecewaannya atas pernyataan Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, soal pemindahan rencana lokasi embarkasi haji dari Indramayu ke Majalengka, Senin (20/5/2019). (Erika Lia/ayocirebon)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM--Pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum soal rencana pemindahan embarmasi haji ke Kabupaten Majalengka, disesalkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu.

Bupati Indramayu, Supendi menyebut, Uu tak memahami proses penetapan pembangunan embarkasi haji di Indramayu. Padahal, pihaknya sudah menempuh seluruh proses penetapan lokasi embarkasi sejak 2018.

"Pemkab dan masyarakat Indramayu kecewa dengan pernyataan wagub," ungkapnya, Senin (20/5/2019).

Dia pun membeberkan kronologis proses yang telah ditempuh Pemkab Indramayu ihwal lokasi embarkasi haji sejak 2018. Ketika itu, Kementerian Agama RI tengah mencari lokasi embarkasi haji yang dapat menunjang fungsi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, sebagai bandara pemberangkatan haji.

Pemkab Indramayu menawarkan diri sebagai lokasi embarkasi kepada Kemenag. Supendi mengatakan, bersama instansi terkait, dirinya ke Jakarta untuk menggelar ekspos di hadapan Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag RI.

Saat ekspos, Pemkab Indramayu memastikan telah menyiapkan lahan sekitar 7,5 hektar sebagai embarkasi haji di Kecamatan Lohbener. Hasilnya, Dirjen PHU Kemenag merespon dengan catatan ingin melihat lokasi lebih dulu, sebelum kemudian menyepakatinya.

Pemkab Indramayu selanjutnya menempuh berbagai prosedur administrasi, salah satunya persetujuan dari DPRD Indramayu. DPRD mengizinkan aset milik Pemkab Indramayu diberikan kepada Kemenag sebagai lokasi pembangunan embarkasi haji.

Pemkab Indramayu dan Kemenag RI lalu menandatangani Nota Kesepahaman Nomor 032/546/BKD Tahun 2019 dan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Pengelolaan dan Pemanfaatan Fasilitas Embarkasi Haji.

Tak ketinggalan, Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemkab Indramayu dan Kemenag RI tentang Hibah Tanah Sawah Milik Pemkab Indramayu kepada Kemenag RI. Ada pula Berita Acara Serah Terima Hibah Tanah Sawah Milik Pemkab Indramayu kepada Kemenag RI.

"Proses administrasi sudah selesai, Kemenag juga sudah mengirim gambar desain (embarkasi)," tuturnya.

Namun, muncul pemberitaan di sejumlah media massa beberapa hari belakangan yang memuat pernyataan wagub Jabar di Majalengka. Di dalamnya, Uu menyatakan, rencana lokasi embarkasi haji bisa dipindah dari yang semula di Indramayu ke Majalengka.

Uu beralasan, dari sisi teknis, BIJB berada di Majalengka sehingga dari segi jarak dianggap lebih dekat ketimbang Indramayu. Padahal, ungkap Supendi, embarkasi haji Jabar yang kini di Bekasi pun jaraknya cukup jauh dengan Bandara Soetta, bahkan lebih jauh dibanding jarak Indramayu-Majalengka.

Meski menyesalkan pernyataan Uu, Supendi optimistis Gubernur Jabar, Ridwan Kamil (Emil), berpihak pada Kabupaten Indramayu. Menurutnya, dalam sebuah kesempatan antara gubernur dan kepala daerah se-Jabar, Emil telah mengapresiasi upaya Pemkab Indramayu dalam perwujudan embarkasi haji.

"Saya pegang keputusan gubernur, bukan wagub. Dalam pemerintahan, tak ada keputusan wagub, yang ada keputusan gubernur," tegasnya.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar