Yamaha Mio S

Alhamdulillah, Perolehan Zakat di Indramayu Melonjak Rp34 Miliar

  Selasa, 11 Juni 2019   Erika Lia
Penitipan Zakat Fitrah. (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM--Perolehan zakat fitrah, infaq, shadaqah, dan zakat maal (ZIS) di Kabupaten Indramayu tahun ini menembus Rp34 miliar.

Jumlah itu naik sekitar Rp6 miliar dari perolehan tahun lalu sebesar Rp28 miliar. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indramayu mendata, perolehan zakat fitrah dari masyarakat tahun ini terkumpul Rp32.524.250.500. Sementara, pada 2018 terdata Rp27.642.486.481,51 atau naik sekitar 17,66%.

Untuk zakat maal tahun ini mencapai Rp799.663.000, sedangkan tahun lalu Rp103.415.000. Untuk infaq dan shadaqah tahun ini terkumpul Rp721.852.000, sedangkan tahun lalu Rp430.593.024.

Dengan begitu, total perolehan zakat fitrah, maal, dan infak serta shadaqah pada 2019 mencapai Rp34.045.765.500. Pada 2018 diperoleh Rp28.176.494.505,51.

Sementara diketahui, untuk perolehan zakat fitrah berupa beras tertinggi diraih Kecamatan Karangampel dengan 146.000 kg. Kemudian berturut-turut diikuti kecamatan lain, masing-masing Anjatan 143.333 kg, Indramayu 134.433 kg, Jatibarang 132.055 kg, dan Losarang 127.803 kg.

Satu kecamatan di Indramayu terekspos mengumpulkan zakat terendah, yakni Pasekan dengan 9.278 kg.

Ketua Baznas Kabupaten Indramayu, Moh Mudor menuturkan, pihaknya pula mencatat terdapat fluktuasi prosentase perolehan zakat di beberapa kecamatan. Untuk yang mengalami peningkatan cukup tinggi yakni Kecamatan Balongan yang mencapai 132,66% pada 2018 dengan 34.900 kg sedangkan pada 2019 mencapai 81.200 kg.

\"Kemudian Kecamatan Patrol naik 84,63%, di mana pada 2018 memperoleh 43.100 kg dan tahun ini mencapai 79.575 kg,\" katanya, Selasa (11/6/2019).

AYO BACA : Ditetapkan Bupati Supendi, Ini Besaran Zakat Fitrah di Indramayu

Disusul Kecamatan Jatibarang yang naik 67,15%, yang pada 2018 mencapai 79.004 kg, sementara pada 2019 memproleh 132.055 kg.

Di sisi lain, pihaknya juga mendapati sejumlah kecamatan yang mengalami penurunan perolehan, yakni Kecamatan Krangkeng turun 20,06%. Pada 2018 Krangkeng memperoleh 125.288 kg, namun tahun ini hanya memperoleh 100.150 kg.

Selain Krangkeng, kecamatan lain yang perolehannya turun yakni Terisi yang turun 6,94% dari 63.400 kg pada 2018 menjadi 59.000 kg pada 2019. Tak ubahnya dua kecamatan itu, Kecamatan Cikedung juga alami hal serupa dengan penurunan 0,559% dari 39.600 kg pada 2018 menjadi 39.365 kg pada tahun ini.

\"Secara keseluruhan, perolehan tahun ini naik dibanding tahun lalu,\" tegas Mudor.

Meski begitu, pihaknya akan tetap mengupayakan kenaikan perolehan ZIS di tahun-tahun mendatang. Di sisi lain, pihaknya akan mengevaluasi untuk mengetahui penyebab penurunan perolehan ZIS di sejumlah kecamatan.

Sementara, Bupati Indramayu, Supendi mengapresiasi masyarakat yang telah mengeluarkan sebagian hartanya untuk zakat. Dia mengingatkan, menyisihkan harta sebagai zakat sejatinya merupakan upaya penyucian harta.

Tak hanya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, berzakat juga sebagai upaya peningkatan kesalehan sosial terhadap sesama umat. Dia meyakini, kenaikan ini dipicu semakin tingginya kesadaran masyarakat Indramayu dalam membayar zakat sebagai kewajiban.

\"Kami akan terus mengupayakan terobosan agar dana Baznas bisa menjadi faktor penting dalam mengurangi kemiskinan dan masalah-masalah sosial lain di Indramayu,\" tegasnya.

AYO BACA : Pemkot Cirebon Dorong ASN Berzakat


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar