Yamaha Aerox

Tersangka Penyerang Pengemudi Bus Maut di Cipali Diduga Alami Depresi

  Selasa, 18 Juni 2019   Erika Lia
Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono (paling kiri) mendampingi Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, saat membeberkan kronologi kecelakaan maut di Tol Cipali KM 150, Kabupaten Majalengka, yang menewaskan 12 orang pada Senin (17/6/2019) dini hari.

MAJALENGKA, AYOCIREBON.COM--Terduga pelaku penyerangan terhadap pengemudi bus Safari Salatiga hingga mengalami kecelakaan maut di Tol Cipali KM 150, Kabupaten Majalengka, Amsor, diperkirakan mengalami depresi.

Amsor sendiri hari ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun begitu, Polres Majalengka yang menangani kasus ini akan terus mendalami kejadian tersebut.

Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono mengungkapkan kemungkinan Amsor mengalami depresi pasca bertemu langsung dengan yang bersangkutan di RS Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon, beberapa jam setelah kecelakaan maut pada Senin (17/6/2019).

"Dari tatapan matanya kosong. Kemungkinan (Amsor) depresi," ungkapnya kepada Ayocirebon.com, Selasa (18/6/2019).

Amsor diduga menyerang dan mengambil alih bus dari sang pengemudi, Roni Marttampubolon di tengah perjalanan saat melintasi Tol Cipali sebelum kecelakaan terjadi pada Senin dini hari. Kepada petugas Amsor mengaku, penyerangan itu dilakukannya setelah mengira mendengar Roni dan sang kernet akan membunuhnya dalam percakapan telepon antara keduanya.

Sejauh ini, menurut Mariyono, tindakan itu bersifat spontanitas. Dugaan Amsor mengalami depresi juga muncul setelah mendengar keterangan yang bersangkutan. Amsor diduga kerap paranoid dan mengira dirinya sebagai sasaran pembunuhan.

"(Jadi sasaran pembunuhan) ini ternyata sudah pernah dirasakan (Amsor)," bebernya.

Ditambah hasil urine yang menyatakan Amsor negatif dari penggunaan zat-zat terlarang maupun minuman beralkohol, kemungkinan depresi itu pun menguat.

Hanya, pihaknya masih memerlukan pendalaman lebih jauh, dalam hal ini salah satunya melalui tes kejiwaan. Sayangnya, tes kejiwaan belum dapat dilakukan mengingat kondisi Amsor yang masih terluka.

"Kami belum bisa lengkap meminta keterangan Amsor karena yang bersangkutan masih luka berat. Kemarin saja kami tanya-tanya, beliau muntah-muntah, jadi biar beliau sehat dulu," tuturnya.

Dia tak menampik, untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan maut ini membutuhkan tes psikologi menyeluruh, termasuk melalui pihak keluarga Amsor. Meski tak menyanggah pihaknya telah meminta keterangan dari pihak keluarga, Mariyono masih enggan membeberkan hasilnya.

"Nanti kalau semuanya sudah selesai, baru kami sampaikan," tegasnya.

Kecelakaan maut di Tol Cipali terjadi Senin dini hari ketika Bus Safari Salatiga bernomor polisi H 1469 CB adu bagong dengan tiga kendaraan, masing-masing Mitsubishi Xpander B 8137 PI, Toyota Innova B 168 DIL, dan truk Mitsubishi R 1436 ZA.

Sebelum adu bagong, bus melaju dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah (Jalur A). Tiba-tiba di tengah perjalanan, salah satu penumpang bus, Amsor diduga menyerang pengemudi bus, Roni, dan berusaha mengambil alih kemudi.

Tindakan Amsor membuat Roni terkejut dan membanting setir bus ke kanan hingga membuat bus masuk median jalan dan menyeberang ke Jalur B (arah Jawa Tengah ke Jakarta). Bus selanjutnya menabrak Innova dan sebuah truk yang berada di belakangnya.

Truk sempat menghindar, namun terguling masuk ke median jalan. Sementara, bus terus melaju ke jalur lambat B, hingga kemudian menabrak Xpander dan menindihnya.

Akibat kejadian itu, 12 orang tewas dan 43 terluka, sedangkan enam orang lain selamat. Ke-12 korban tewas terdiri dari seluruh penumpang Xpander yang berisi enam orang, tiga penumpang bus, salah satunya pengemudi, Roni, serta tiga penumpang Innova.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar