Yamaha Aerox

Disayangkan, Tol Cipali Tanpa Concrete Barrier

  Selasa, 18 Juni 2019   Erika Lia
Lokasi kecelakaan maut di Tol Cipali KM 150, Kabupaten Majalengka. Ketiadaan concrete barrier di bagian tengah jalur tol disayangkan karena memperbesar resiko kecelakaan lalu lintas. (Erika Lia/ayocirebon)

MAJALENGKA,AYOCIREBON.COM--Ketiadaan pemisah kedua lajur di bagian tengah jalur Tol Cipali disayangkan. Keberadaan pemisahan jalur tersebut, dipandang dapat meminimalisir resiko kecelakaan.

Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono kepada Ayocirebon.com menyebutkan, KM 150 yang menjadi lokasi kecelakaan maut antara empat kendaraan hingga menewaskan 12 orang, diketahui tanpa pemisah median jalan atau dikenal dengan sebutan concrete barrier. Kondisi itu dinilai telah memperbesar resiko kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali pada khususnya.

"Tidak ada pembatas antara jalur A dan jalur B di Tol Cipali yang jadi lokasi kecelakaan. Sehingga, ketika sebuah kendaraan lepas kendali, bisa langsung menyeberang ke jalur sebelahnya seperti kejadian ini (kecelakaan maut pada Senin dini hari kemarin)," paparnya, Selasa (18/6/2019).

Sebagaimana diketahui, dalam kecelakaan maut itu, Bus Safari Salatiga bernomor polisi H 1469 CB adu bagong dengan tiga kendaraan, masing-masing Mitsubishi Xpander B 8137 PI, Toyota Innova B 168 DIL, dan truk Mitsubishi R 1436 ZA.

Sebelum adu bagong, bus melaju dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah (Jalur A). Tiba-tiba terjadi insiden penyerangan yang membuat bus masuk median jalan dan menyeberang ke Jalur B (arah Jawa Tengah ke Jakarta).

Bus selanjutnya menabrak Innova dan sebuah truk yang berada di belakangnya. Truk sempat menghindar, namun terguling masuk ke median jalan. Sementara, bus terus melaju ke jalur lambat B, hingga kemudian menabrak Xpander dan menindihnya.

Mariyono mengatakan, setidaknya ditemukan 14 kecelakaan lalu lintas yang serupa akibat ketiadaan concrete barrier. Persoalan ini pun telah disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat saat mengecek lokasi pasca kejadian pada Senin (17/6/2019).

Dia mengingatkan, keberadaan concrete barrier sesungguhnya dapat mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas. Terlebih, di jalur bebas hambatan atau tol di mana pengendara bisa memacu kecepatan kendaraannya hingga 100 km/jam.

"Jadi kalau ada pembatas (concrete barrier) resiko menyeberang ke lajur sebelah dan adu bagong dengan kendaraan lain, sangat kecil," tuturnya.

Karena itu, pihaknya menyarankan kepada pengelola jalur Tol Cipali untuk memasang concrete barrier sepanjang jalan. Dengan begitu, resiko kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir.

Sementara, selain mengagendakan pemeriksaan kejiwaan Amsor, penumpang Bus Safari Salatiga yang menyerang pengemudi bus dan berusaha mengambil alih kemudi, Polres Majalengka juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan setempat guna memastikan faktor eksternal lain dalam peristiwa itu. Selain ketiadaan concrete barrier, dilakukan pula pengecekan kelaikan jalan Bus Safari Salatiga.

"Kendaraan dicek layak jalan atau tidak. Selain itu, kami ketahui pula, saat kejadian kondisi jalan di lokasi rupanya bergelombang," cetusnya.

Terpisah, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi berjanji akan memberi masukan kepada pengelola jalan Tol Cipali ihwal concrete barrier.

"Kami akan kasih masukan soal pembatas jalan tol," ujarnya saat kunjungan kerja ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Selasa (18/6/2019).

Secara keseluruhan, pihaknya akan berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk mengevaluasi insiden kecelakaan tersebut. Dia menyatakan, isu keselamatan menjadi hal utama dalam kejadian ini.

Beberapa faktor yang akan ditinjau, selain faktor eksternal berupa infrastruktur jalan, di antaranya kondisi manusia maupun kendaraan. Ditambah, marka-marka jalan, salah satunya hambatan-hambatan agar pengendara tak mengebut di jalan tol.

"Harus dievaluasi semuanya, mulai kecepatan kendaraan yang tidak boleh lebih dari 100 km/jam, kelaikan kendaraan, juga kondisi orang (pengemudi), apakah dia sehat atau tidak, mengantuk atau tidak," katanya.

Lebih jauh, pihaknya menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Dia juga mengingatkan setiap pengendara untuk lebih memperhatikan diri dan situasi di jalan.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar