Yamaha Aerox

Sepekan Pengalihan Rute Penerbangan ke BIJB, Okupansi Sebagian Hotel di Cirebon Belum Terdampak

  Selasa, 09 Juli 2019   Erika Lia
Manajer Batiqa Hotel Cirebon Siti Humairoh. (Erika Lia/Ayocirebon.com)
KEDAWUNG, AYOCIREBON.COM -- Sepekan pasca pengalihan rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, okupansi sebagian hotel di Cirebon belum menunjukkan dampak signifikan. Sebagian lainnya, meski meningkat, belum dapat dipastikan faktor penentunya mengingat kebijakan pengalihan rute itu bersamaan dengan masa libur sekolah.
 
Manajer Batiqa Hotel Cirebon Siti Humairoh mengungkapkan, sampai kini belum tampak dampak signifikan terhadap tingkat hunian hotel pasca pengalihan rute penerbangan per 1 Juli 2019. Dia tak dapat memastikan penyebabnya.
 
"Sampai saat ini belum (peningkatan okupansi)," cetusnya kepada Ayocirebon.com, Selasa (9/7/2019).
 
Namun begitu, pihaknya menyambut baik dan merespon positif pengalihan rute penerbangan ke Bandara Kertajati akan menambah tingkat hunian hotel. Belakangan, imbuhnya, sudah banyak perusahaan-perusahaan yang memulai usahanya di Cirebon.
 
Kondisi itu, dipandang pihaknya sebagai potensi Batiqa Hotel Cirebon menambah perusahaan-perusahaan baru. Pengalihan penerbangan itu juga tetap diyakini pihaknya membawa nilai positif bagi Kota Cirebon.
 
"Saya yakin Cirebon akan menjadi salah satu kota tujuan utama karena Cirebon adalah salah satu kota dengan kemasan wisata yang lengkap," tuturnya.
 
Dia menyebutkan, Cirebon di antaranya memiliki wisata kuliner yang sudah terkenal, seperti nasi jamblang, empal gentong, nasi lengko, mie koclok, docang, dan lainnya. Cirebon juga memiliki kesenian khas yang menarik, salah satunya tarian tradisional seperti topeng kelana dan lainnya.
 
Tak berhenti sampai di situ, Cirebon pun kaya akan objek wisata sejarah, yang di antaranya direpsentasikan tiga keraton, masing-masing Keraton Kasepuhan, Kacirebonan, dan Kanoman, komplek makam Sunan Gunung Jati, Goa Sunyaragi, dan masih banyak lagi
 
"Ada pula batik khas Cirebon seperti motif mega mendung yang sudah terkenal," cetusnya.
 
Karena itu, pihaknya tetap merespon positif dan optimistis aktivitas di BIJB akan berdampak pada tingkat hunian hotel di Cirebon, salah satunya Batiqa. Dia memprediksi, kenaikan tingkat hunian hotel mencapai 20-30 persen, baik tamu domestik maupun mancanegara.
 
Terpisah, General Manager Aston Hotel Cirebon, Fajar Basuki mengakui adanya peningkatan tingkat hunian hotel di Aston. Hanya, dia belum dapat memastikan penyebab peningkatan itu.
 
"Mengingat sekarang sedang libur sekolah, jadi belum bisa dipastikan kenaikan tingkat hunian karena itu (libur sekolah) atau karena pengalihan rute penerbangan ke BIJB," tuturnya.
 
Dengan alasan pengalihan rute penerbangan baru berlangsung sepekan, dia mengatakan, penyebab peningkatan okupansi setidaknya baru akan dapat dipastikan pada 15 Juli 2019, ketika masa libur sekolah berakhir.
 
Meski telah meningkat, promosi tetap diperlukan. Bersama BIJB sendiri, dia mengklaim, telah melakukan joint promotion sejak Januari 2019.
 
"Ke depan, kami ingin menggenjot pertambahan dengan harga khusus bagi penumpang yang menggunakan BIJB," cetusnya.
 
Hanya, selain pelaku hotel, menurutnya harus ada yang menarik dari Cirebon, mulai dari kebersihan, penataan kota, hingga penataan potensi wisata. Untuk ini, dia menilai, harus satu frekuensi dengan pemda maupun stakeholder terkait lainnya.(erika lia)
 
CAPTION:
-General Manager Aston Hotel Cirebon, Fajar Basuki saat mengungkapkan peningkatan okupansi hotel. Namun, pihaknya belum dapat memastikan, penyebab peningkatan itu berkaitan dengan pengalihan rute penerbangan ke BIJB Kertajati atau bersamaan dengan masa libur sekolah.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar