Imlek 2022: Vihara Tertua dan Paling Bersejarah di Cirebon

- Rabu, 12 Januari 2022 | 13:28 WIB
Imlek 2022: vihara tertua dan paling bersejarah di Cirebon (Disbudpar Kota Cirebon)
Imlek 2022: vihara tertua dan paling bersejarah di Cirebon (Disbudpar Kota Cirebon)

AYOCIREBON.COM-Imlek 2022 akan segera tiba. Cirebon sebagai salah satu wilayah dengan komunitas Tionghoa terbesar di Pulau Jawa punya sejarah panjang berkenaan dengan masyarakat Tionghoa dan imlek. Dalam menyambut imlek 2022: vihara tertua dan paling bersejarah di Cirebon relevan untuk diulas.

Seperti dikutip dari naskah Nurman Kholis dalam Jurnal Multikultural & Multireligius Kementerian Agama RI, disebutkan bahwa vihara atau kelenteng tertua yang ada di Cirebon adalah Vihara Dewi Welas Asih dengan waktu perkiraan berdiri pada sekitar abad ke-16.

Vihara tertua dan paling bersejarah di Cirebon ini diperkirakan berdiri pada 1595 M, namun kapan persisnya tidak diketahui dengan pasti. Catatan tertua lain berkenaan dengan tahun pendirian vihara disebutkan Kholis dengan merujuk pada buku Potensi Wisata Budaya Kota Cirebon yang dikeluarkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Baca Juga: Mengenal Perayaan Imlek: Sejarah, Mitos, dan Maknanya

Disebutkan, catatan itu ada di tahun 1658. Hal ini berdasarkan papan bertulis atau “Pai” yang berisi pepatah singkat yang ditujukan kepada para Dewa untuk penghormatan. Biasanya pada Pai tertulis nama pemberi dan tahun pemberian Pai itu. Pai tersebut terletak di atas altar samping pada dinding belakang vihara.

Pada zaman dahulu, Vihara Dewi Welas Asih ini lebih dikenal dengan sebutan Kelenteng Tiao Kak Sie. “Sie” artinya rumah orang beribadat (tempat bertapa). “Tio” berarti air pasang (air naik), dan “kak” berarti bangun dari tidur atau membangunkan atau membawa kepada akal yang benar.

Dengan demikian, Kelenteng Tiao Kak Sie mempunyai dua arti. Pertama, kelenteng merupakan tempat yang dibangunkan oleh air pasang. Kedua, kelenteng merupakan tempat akal bertambah.

Baca Juga: 15 Link Twibbon Tahun Baru Imlek 2022, Keren untuk Dijadikan Status ke Media Sosial

Sepanjang lebih dari 450 tahun berdiri, Vihara Welas Asih tentu saja telah mengalami beberapa kali pemugaran. Dalam manuskrip J.L.J.Y. Ezerman yang terbit pada 1918 berjudul Catatan Mengenai Kelenteng Koan Iem “Tiao-Kak-Sie”, Ezerman mencatat renovasi vihara ini pernah dilakukan pada tahun 1791, 1829, dan 1889.

Catatan mengenai renovasi yang terjadi di tahun 1791 dapat dibaca pada dua buah batu terukir yang terletak pada dinding kanan dan kiri pada ruang utama depan vihara. Sedangkan mengenai renovasi kedua dan ketiga terdapat pada dua papan kayu lepas yang diletakkan di serambi beratap tetapi tidak tertutup. Serambi itu ada di belakang kelenteng yang sebenarnya.

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Tags

Artikel Terkait

Terkini