PJJ Dituding Picu Kekerasan Anak dan Perempuan di Kabupaten Cirebon

- Selasa, 25 Januari 2022 | 17:21 WIB
Ilustrasi kekerasan anak. PJJ dituding memicu kekerasan anak dan perempuan di Kabupaten Cirebon. (Unsplash/Lucas Metz)
Ilustrasi kekerasan anak. PJJ dituding memicu kekerasan anak dan perempuan di Kabupaten Cirebon. (Unsplash/Lucas Metz)

SUMBER, AYOCIREBON.COM- Metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) dituding telah memicu terjadinya kekerasan anak dan perempuan di Kabupaten Cirebon.

Sepanjang 2021, puluhan kasus kekerasan anak dan perempuan masih terjadi di Kabupaten Cirebon.

Sebagian di antara kasus kekerasan anak dan perempuan merupakan kekerasan seksual.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Cirebon Raya, Siti Nuryani mengungkapkan, sebanyak 55 kasus kekerasan anak dan perempuan telah terjadi di Kabupaten Cirebon selama 2021.

Dari 55 kasus kekerasan anak dan perempuan, sebanyak 50% di antaranya adalah kekerasan seksual.

"Pelakunya merupakan orang dekat, baik keluarga atau orang yang dikenal," ungkap Siti Nuryani saat rapat kerja daerah (rakerda) Komnas Perlindungan Anak Cirebon Raya, 23 Januari 2022.

Fenomena kekerasan anak dan perempuan di Kabupaten Cirebon disebutnya tak lepas dari metode PJJ yang diberlakukan selama Pandemi Covid 19.

Menurutnya, PJJ telah membuat banyak anak familiar dengan penggunaan ponsel.

Penggunaan ponsel, terlebih tanpa pengawasan orang tua, memungkinkan anak - anak mengakses internet di luar kebutuhannya.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini