Ini Rangkaian Tradisi Mapag Sri di Desa Pangkalan Cirebon, dari Surak hingga Mengarak Padi Berkeliling Desa

- Senin, 23 Mei 2022 | 08:45 WIB
Hasil panen padi yang dihasilkan para petani Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, diarak berkeliling desa saat Mapag Sri. (Ayocirebon.com / Ayu Lestari)
Hasil panen padi yang dihasilkan para petani Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, diarak berkeliling desa saat Mapag Sri. (Ayocirebon.com / Ayu Lestari)

PLERED, AYOCIREBON.COM— Tradisi Mapag Sri di Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, mengisahkan petani dan penari yang merayakan panen raya.

Petani memberikan hasil panennya kepada penari sebagai pelestari budaya berupa hasil panen seperti pisang, beras, gabah, maupun uang.

"Selama penari memainkan musik dan penari topeng juga lakon wayang kulit, petani yang menonton melakukan surak sebagai bentuk terima kasih kepada pelestari budaya," ucap Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Desa Pangkalan, Hartono.

Padi hasil panen para petani di Desa Pangkalan kemudian diarak mengelilingi titik perbatasan dengan beberapa desa lain.

"Untuk memberi tahu kepada desa yang berdekatan dengan Desa Pangkalan, bahwa di desa kami sedang merayakan pesta panen dan masih mempertahankan tradisi ini setiap tahun," tuturnya.

Saat diarak mengelilingi batas desa, Kuwu / Kepala Desa Pangkalan beserta pegawai lain turut mengantar hasil panen padi petani.

"Barisan depan adalah seorang pembawa bendera Indonesia, lalu perangkat desa ikut mengiringi di belakangnya," ujarnya.

Sebelumnya, Kuwu Pangkalan disambut penari dan dituntun ke dalam kantor desa, tempat padi hasil panen disimpan.

"Kuwu disambut penari masuk ke dalam kantor desa, setelah itu padi yang ada di dalam dibacakan doa, lalu dibawa keluar mengelilingi batas desa dan kembali lagi ke kantor desa," jelasnya.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPRD Kota Cirebon Usulkan 4 Raperda Baru

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:27 WIB