DPRD Kota Cirebon Minta Eksekutif Tertibkan Bangunan Tak Berizin

- Selasa, 14 Juni 2022 | 17:26 WIB
Salah satu lahan Ku Tiong di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, dengan papan larangan pendirian bangunan. Di area pemakaman Cina berusia ratusan tahun ini, praktik alih fungsi lahan yang disinyalir ilegal marak selama beberapa tahun terakhir. (Foto diambil Tahun 2020) (Ayocirebon.com/Erika Lia L)
Salah satu lahan Ku Tiong di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, dengan papan larangan pendirian bangunan. Di area pemakaman Cina berusia ratusan tahun ini, praktik alih fungsi lahan yang disinyalir ilegal marak selama beberapa tahun terakhir. (Foto diambil Tahun 2020) (Ayocirebon.com/Erika Lia L)

"Mana dulu prioritas yang akan diselesaikan, apakah masalah di Ku Tiong dan Sin Tiong dulu atau yang lain. Tapi yang pasti, kami akan membuat list berdasarkan skala prioritas," tuturnya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Ir Watid Sahriar MBA menjelaskan, tidak semua bangunan liar berdiri di atas lahan milik Pemkot Cirebon, seperti lapak pedagang di sepanjang Sungai Sukalila.

Hanya saja, lanjutnya, dia mempersoalkan bangunan tak berizin tersebut merusak pemandangan kota serta berdampak kemacetan lalu lintas.

Watid mengaku keberatan jika dinas teknis enggan menertibkan bangunan liar, hanya karena bukan aset Pemkot Cirebon dan takut berbenturan dengan masyarakat.

"Semakin lama masyarakat mendirikan bangunan, semakin merasa memiliki, ini yang akan repot nantinya. Kalau itu aset BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung), lantas jangan berpangku tangan. Eksekutif bisa menyurati pemilik asetnya untuk menertibkan, nanti bersama-sama Satpol PP atau dinas teknis lain," paparnya.

Baca Juga: LIPUTAN KHUSUS: Menggali Toleransi di Bong Cirebon

Kepala DPMPTSP Kota Cirebon, Sosroharsono SSos mengaku, sudah pernah membentuk tim penertiban aset pada Februari 2020.

Tim tersebut dibentuk sebagai pengendalian dan pengawasan bangunan tak berizin di atas lahan milik negara.

"Namun, waktu itu terjadi pandemi. Rencananya sudah disusun, tapi belum sempat berjalan. Anggaran kegiatannya pun di-refocusing. Kami juga meminta dukungan dewan untuk mengaktifkan kembali dan didukung anggaran," pintanya.***

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini