PMK Berisiko Picu Inflasi Cirebon Jelang Iduladha

- Jumat, 1 Juli 2022 | 18:10 WIB
Dokter hewan di Kota Cirebon menyuntikan vaksin PMK kepada salah satu hewan ternak. (Ayocirebon.com / Ayu Lestari)
Dokter hewan di Kota Cirebon menyuntikan vaksin PMK kepada salah satu hewan ternak. (Ayocirebon.com / Ayu Lestari)

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM— Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan berpengaruh pada pergerakan inflasi yang disebabkan tekanan harga daging menjelang Hari Raya Iduladha.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon (KPwBI Cirebon), Hestu Wibowo mengatakan, kenaikan inflasi bisa terjadi seiring dengan bahan kebutuhan pokok yang kian tinggi khususnya komoditas daging sapi.

"Inflasi selalu terjadi jelang hari besar keagamaan seperti Iduladha, Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru," katanya, Jumat, 1 Juli 2022.

Meski belum bisa memastikan besaran inflasi akibat PMK, Hestu memperkirakan akan lebih tinggi dibanding Mei 2022 sebesar 24,42%.

"Jika berkaca dari Mei, tekanan inflasi wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) masih rendah dibanding Jawa Barat secara nasional," ucapnya.

Namun demikian, langkah pemerintah daerah melakukan pencegahan melalui vaksinasi PMK dianggap mampu mengendalikan angka inflasi.

"Langkah-langkah sudah dilakukan oleh pemda, salah satunya kebijakan pencegahan dengan melakukan vaksin kepada hewan-hewan ternak dan membatasi perluasan, artinya mobilisasi ternak dari daerah lain selalu melalui suatu proses pemeriksaan," ungkapnya.

Kenaikan inflasi yang disebabkan virus PMK, kata Hestu, dikhawatirkan memicu penurunan pasokan daging sapi untuk kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.

"Ketika pasokan terbatas namun kebutuhan meningkat, akan terjadi kenaikan harga yang bisa menekan inflasi," jelasnya.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cirebon Expo Dinodai Dugaan Pelecehan Seksual Anak

Jumat, 5 Agustus 2022 | 18:46 WIB

Download YouTube MP3 Gratis via YT MUSIC

Rabu, 3 Agustus 2022 | 00:05 WIB