Refleksi Hari Kemerdekaan RI ke 77: Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat, Indramayu Bermartabat

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 07:50 WIB
Bupati Nina Agustina Da’i Bachtiar
Bupati Nina Agustina Da’i Bachtiar

Program Pe-ri pun telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026. Dengan satu paket pelatihan kewirausahaan/20 orang peserta per desa, maka diharapkan pada empat tahun kedepan akan tercipta 6.340 wirausahawan baru dari para perempuan purna PMI, yang tersebar di 317 desa di 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Pada 2021, pelatihan kewirausahaan telah dilaksanakan di 12 desa. Sedangkan pada 2022, program Pe-ri menyasar 32 desa. Selain pelatihan tata boga, pelatihan yang diberikan adapula tata rias dan kecantikan serta lainnya, disesuaikan dengan potensi di wilayah setempat.

Tak hanya Pe-ri, Pemkab Indramayu juga menjalankan program unggulan lainnya, yakni Kredit Usaha Kecil (Kruwcil). Program itu memberikan kredit kepada warung kecil dan UMKM, untuk mendorong perekonomian mereka. Program tersebut dilakukan melalui kerjasama dengan Bank Prekreditan Rakyat Daerah dan Bank BJB, yang nilainya mulai dari Rp 500 ribu sampai dengan Rp 5 juta.

Selain pelatihan kewirausahaan dan bantuan modal, Pemkab Indramayu juga memiliki program unggulan lain untuk lebih membangkitkan perekonomian masyarakat. Yakni, program Lebu Digital (Le-Dig). Yakni, sebuah program untuk mewujudkan Smart Village atau 'Desa Cerdas' dengan melakukan pemasangan WiFi di setiap balai desa.

Program Le-Dig di antaranya sudah diterapkan di Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder, yang merupakan desa digital pertama di Kabupaten Indramayu. Penerapan digitalisasi, telah terbukti mampu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat dan mempermudah pelayanan pemerintahan desa.

Bahkan, Kepala Desa Cangkingan, Didi Wahyudi, menjadi satu-satunya kepala desa di Indonesia, yang diberi kesempatan untuk menjadi narasumber dalam forum Think20 (T20) untuk menuju Group of Twenty (G20), di Bandung, Rabu (27/7/2022) lalu. Dalam kesempatan itu, dia memaparkan pemanfaatan desa digital secara ekonomi. Program Le-Dig itu terintegrasi dengan program unggulan lain yang diluncurkan Bupati Nina, yakni Indramayu Cepat Tanggap (I-Ceta).

Program I-Ceta menawarkan solusi pertolongan pertama permasalahan kemanusiaan dan kedaruratan. Dalam program itu, warga dapat melapor melalui nomor telepon langsung (Hotline), atau melapor melalui media sosial melalui saluran WhatsApp, Facebook, dan Instagram.

Program itupun berkaitan erat dengan program unggulan Dokter Masuk Rumah (Dokmaru). Yakni, program layanan kesehatan yang menghadirkan bentuk pelayanan langsung ke rumah warga. Dalam program tersebut, dokter di puskemas yang datang ke rumah warga yang membutuhkan pertolongan kesehatan.

Capaian kegiatan program Dokmaru periode Maret 2021 - Juli 2022, diperoleh hasil sebagai berikut:

1. Jumlah panggilan masuk melalui PSC 119 = 1259 panggilan, dengan rincian 84 kasus emergency, 575 kasus non emergency dan 600 kasus pelayanan informasi.
2. Panggilan yang diteruskan oleh PSC 119 ke Dokmaru Puskesmas = 655 kasus.
3. Panggilan/laporan kasus masuk dari Non PSC (langsung ke Dokmaru Puskesmas) = 1980 panggilan/laporan
4. Jumlah kasus yang ditindaklanjuti oleh Dokmaru Puskesmas = 2.632 kasus, terdiri dari 630 kasus emergency dan 2002 kasus non emergency.
5. Jumlah kasus yang dirujuk = 411 kasus.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Artikel Terkait

Terkini