Simak Sejarah Rel Kereta Api Cirebon Menuju Pelabuhan Digunakan Untuk Ekspor Gula

- Rabu, 28 September 2022 | 19:50 WIB
Monumen lokomotif di Stasiun Cirebon Kejaksan, Kota Cirebon. (Ayocirebon.com / Ayu Lestari)
Monumen lokomotif di Stasiun Cirebon Kejaksan, Kota Cirebon. (Ayocirebon.com / Ayu Lestari)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM — Mengulik sejarah kereta api di Cirebon, bertepatan dengan Hari Kereta Api Nasional yang diperingati pada 28 September 1945. 

Di Cirebon ada 2 stasiun pemberhentian kereta api, yaitu Stasiun Kejaksan atau dikenal dengan Stasiun Cirebon dan Stasiun Parujakan. 

Namun dahulu, kereta api di Cirebon sempat digunakan untuk menjalankan perekonomian. 

Peneliti Sejarah Aset PT KAI Prof Harto Yuwono, mengatakan fungsi pembangunan rel kereta api ke pelabuhan untuk kebutuhan ekspor kebutuhan pangan. 

"Pada Agustus 1896, ada permohonan-permohonan dari pengusaha agar indonesia bisa mengekspore gula, akhirnya SCS membangun rel dari Kota Cirebon menuju ke Pelabuhan," katanya Rabu 28 September 2022. 

Diketahui SCS merupakan Perusahaan Swasta Semarang-Cheribon Stroomtram Maatschapij atau dikenal dengan SCS, yang berkantor pusat di Tegal, Jawa Tengah pada 1893. 

"Namun setelah ditinjau oleh Dinas Topografi Belanda (dahulu) Pelabuhan Cirebon tidak bisa dikembangkan seperti Pelabuhan Tanjung Priok," ujarnya. 

Jalur rel kereta api sepanjang 245 kilometer ini, melewati 27 pabrik gula mulai dari Semarang-Tegal-Cirebon.

"Sehingga untuk kapasitas pengiriman melewati samudera, yang pengirimannya dalam tonase ribuan ton ini harus melewati Tanjung Priok," ujarnya. 

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Tags

Artikel Terkait

Terkini