Hukum Merayakan Maulid Nabi Menurut Pandangan Syekh Jalaluddin As-Suyuth

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 13:17 WIB
Contoh susunan acara Maulid Nabi di sekolah (https://kumparan.com/)
Contoh susunan acara Maulid Nabi di sekolah (https://kumparan.com/)

AYOCIREBON.COM-- Inilah hukum perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW menurut pandangan Syekh Jalaluddin As-Suyuthi.

Hari kelahiran Rasulullah SAW memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat islam, khususnya di Indonesia.

Di hari ini, berbagai umat muslim di Indonesia maupun belahan dunia lain merayakan dengan berbagai macam rangkaian acara untuk mengingat perjuangan dan teladan yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari jabar.nu.or.id melalui AyoJakarta.com, pada sebuah artikel yang berjudul “Hukum Perayaan Maulid Nabi SAW menurut Syekh Jalaluddin As-Suyuthi,” dijelaskan secara rinci hukum dari perayaan Maulid Nabi.

Dalam kitab Al-Hawi lil Fatawa, Syekh Jalaluddin As-Suyuthi mengatakan bahwa perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pernah dilakukan secara besar-besaran oleh penguasa wilayah Irbil, yaitu Raja Mudzafar.

Disebutkan bahwa Raja Mudzafar merupakan orang ang pemberani, seorang pahlawan yang alim, dermawan, dan adil.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Terbaru NU Online PDF Tentang Amalan Bagus yang Dianjurkan Saat Maulid Nabi

Sosok Imam Jalaluddin As Suyuthi yang beredar di internet.*

Atas dasar hal tersebut, kemudian tradisi Maulid Nabi dipertahankan oleh umat Islam, termasuk di Indonesia.

Halaman:

Editor: Asep Dadan Muhanda

Tags

Artikel Terkait

Terkini