DPRD Kota Cirebon Bakal Cabut Keputusan Ihwal Sempadan Pagar dan Bangunan

- Kamis, 24 November 2022 | 17:15 WIB
Rapat kerja DPRD Kota Cirebon bersama DPUTR Kota Cirebon soal rencana pencabutan Keputusan DPRD Kota Cirebon tentang Sempadan Pagar dan Bangunan. (Dok. Humas DPRD Kota Cirebon )
Rapat kerja DPRD Kota Cirebon bersama DPUTR Kota Cirebon soal rencana pencabutan Keputusan DPRD Kota Cirebon tentang Sempadan Pagar dan Bangunan. (Dok. Humas DPRD Kota Cirebon )

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM- DPRD Kota Cirebon melalui Komisi I mulai membahas rencana pencabutan Keputusan DPRD Kota Cirebon tentang Sempadan Pagar dan Bangunan.

Langkah tersebut diambil untuk memperlancar urusan perizinan di Kota Cirebon.

Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon, Dani Mardani SH MH mengemukakan, usulan rencana pencabutan keputusan DPRD yang diterbitkan pada awal era tahun 90'an itu datang dari lembaga eksekutif Kota Cirebon.

"Kami menilai, keberadaan aturan tersebut sudah tidak relevan untuk saat ini," kata Dani Mardani usai rapat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Cirebon (DPUTR Kota Cirebon), di Griya Sawala Gedung DPRD Kota Cirebon, Rabu, 23 November 2022 sore.

Selain tak lagi relevan, sambungnya, saat ini sudah ada aturan terkait yang mengaturnya berupa Perwali Nomor 76 Tahun 2021 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

"Rencana pencabutan ini dilakukan karena terkait dengan sempadan bangunan dan pagar yang sudah diatur dalam Perwali Nomor 76 Tahun 2021 tentang RDTR," terangnya.

Dani Mardani mengungkapkan, selama ini keberadaan Keputusan DPRD Kota Cirebon tentang Sempadan Pagar dan Bangunan menjadi salah satu penghalang terhadap kelancaran perizinan di Kota Cirebon.

Karenanya, Komisi I DPRD Kota Cirebon bersama DPUTR Kota Cirebon membahas rencana pencabutan Keputusan DPRD Kota Cirebon tentang Sempadan Pagar dan Bangunan.

"Di tingkat teknis keberadaan keputusan DPRD ini menjadi penghalang terhadap kelancaran perizinan yang ada di Kota Cirebon," bebernya.

Halaman:

Editor: Erika Lia L

Tags

Artikel Terkait

Terkini