Oknum Polisi di Cirebon Ketahuan Edarkan Obat Keras Terbatas, Nasibnya Kini Terancam di PTDH

- Minggu, 4 Desember 2022 | 19:22 WIB
Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar menunjukkan barang bukti.  ((Ayocirebon.com / Ayu Lestari))
Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar menunjukkan barang bukti. ((Ayocirebon.com / Ayu Lestari))
 
KEJAKSAN,AYOCIREBON.COM — Seorang anggota polisi di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, jadi pengedar obat-obatan keras terbatas.
 
Hal tersebut terungkap usai unggahan video saat melakukan transaksi viral di medial sosial. 
 
Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar, mengatakan tersangka berinisial DAS (26) sempat melakukan percobaan melarikan diri ke Solo, sesaat setelah videonya viral. 
 
"Kami berkoordinasi dengan Polres Surakarta untuk melakukan pengejaran, kemudian tersangka berhasil ditangkap dan diserahkan ke Polres Cirebon Kota, Sabtu dini hari," katanya, Minggu 4 Desember 2022. 
 
 
Sebelum melakukan penangkapan, pihaknya lebih dulu mengumpulkan alat bukti dengan mengeledah kos milik tersangka di wilayah Kalikoa, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. 
 
"Dari penggeledahan tersebut, ditemukan 7 butir pil jenis dextro, juga dari riwayat transaksi ditemukan tersangka membeli 1000 butir dextro di marketplace bulan November," ujarnya. 
 
Dari penggeledahan tersebut, pihaknya tidak mendapati tersangka di kamar kosnya. Hingga ditemukan bahwa DAS menuju Solo menggunakan kereta api. 
 
"Kami juga menemukan hal lain, tersangka mengedarkan obat-batan keras terbatas tidak sendiri melainkan memiliki rekan," bebernya. 
 
Rekan tersangka diketahui berinisial AR dan masih dalam pengejaran, "Setelah diselidiki, sebelum berangkat ke Solo, tersangka sempat memenui seorang rekannya dan diduga melakukan transaksi," ungkapnya. 
 
Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 196 Jo Pasal 197 UU RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 Miliar. 
 
Bahkan, disebutkan Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar, tersangka akan melalui sidang kode etik polri dan terancam dikenakan sanksi PTDH. ***

Editor: Lita Andari Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini