Jelang Pemilu 2024, Kapolri Minta Santri dan Ulama di Buntet Cirebon Tolak Polarisasi Politik

- Rabu, 27 Juli 2022 | 08:53 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Wibowo (tengah) saat menghadiri Doa Polri Untuk Negeri Pesantren Kawal NKRI Pondok Buntet Pesantren, Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 26 Juli 2022 malam. (Dok. Tim Media Pondok Buntet Pesantren untuk Ayocirebon.com)
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Wibowo (tengah) saat menghadiri Doa Polri Untuk Negeri Pesantren Kawal NKRI Pondok Buntet Pesantren, Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 26 Juli 2022 malam. (Dok. Tim Media Pondok Buntet Pesantren untuk Ayocirebon.com)

ASTANAJAPURA, AYOCIREBON.COM- Jelang Pemilu 2024, kalangan santri diminta menolak bentuk - bentuk polarisasi politik yang muncul akibat perbedaan pandangan politik.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebut, informasi bohong (hoaks) hingga polarisasi politik masih berisiko mewarnai masa - masa jelang Pemilu 2024.

Menurut Kapolri, peredaran hoaks, politik adu domba, serta polarisasi politik pada Pemilu 2019 dampaknya masih dirasakan hingga kini, termasuk memasuki Pemilu 2024.

"Gejolak keamanan muncul akibat perbedaan pandangan politik dan sampai sekarang masih dirasakan. Tadinya saudara atau teman dekat, kemudian jadi tidak saling sapa," kata Kapolri membeberkan salah satu dampak dimaksud di hadapan ribuan santri Pondok Buntet Pesantren, Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 26 Juli 2022 malam.

Kapolri yang saat itu menghadiri kegiatan Doa Polri Untuk Negeri Pesantren Kawal NKRI pun meminta para santri menolak bentuk polarisasi politik.

Dia mengingatkan, keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia terancam ketika polarisasi terjadi.

Baca Juga: Kapolri Cabut Larangan Media Siarkan Kekerasan dan Arogansi Polisi

"Kalau keberagaman hilang, yang terjadi adalah seperti di Timur Tengah. Kita tidak boleh seperti itu, NKRI harga mati harus dijaga betul. Kalau ada yang mengusik kita peringatkan bareng karena persatuan dan kesatuan harus dijaga," tegas Kapolri.

Polri pula meminta dukungan dan bantuan dari kalangan ulama untuk berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini