Penolakan Kerap Warnai Sensus Penduduk

- Selasa, 26 November 2019 | 17:24 WIB
Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis (depan, kelima dari kanan) bersama Kepala BPS Kota Cirebon, Joni Kasmuri (paling kiri) dan unsur pimpinan instansi terkait serta unsur Muspida Kota Cirebon menunjukkan simbol grafik penduduk dengan kedua tangan masing-masing. (Ayocirebon.com/Erika Lia)
Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis (depan, kelima dari kanan) bersama Kepala BPS Kota Cirebon, Joni Kasmuri (paling kiri) dan unsur pimpinan instansi terkait serta unsur Muspida Kota Cirebon menunjukkan simbol grafik penduduk dengan kedua tangan masing-masing. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Sensus Penduduk (SP) selama ini diketahui diwarnai penolakan warga.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Cirebon (BPS Kota Cirebon), Joni Kasmuri mengungkapkan, berdasarkan pengalaman melakukan sensus, tak jarang ditemukan warga yang menolak menemui petugas sensus.

"Di Kota Cirebon pernah ada warga yang menolak membukakan pintu kepada petugas sensus yang datang. Itu pada sensus penduduk sebelumnya," beber Joni kepada Ayocirebon.com, belum lama ini.

Rata-rata, imbuh dia, warga yang menolak kedatangan petugas sensus lantaran enggan memberikan data-data pribadinya.

Keengganan itu lahir karena kekhawatiran kemungkinan kebocoran data oleh petugas sensus.

Padahal, dia memastikan, seluruh petugas sensus telah diatur untuk tak membocorkan data masyarakat selaku responden.

"Ada sanksi bagi pembocor data. Kerahasiaan data penduduk dijamin negara, ada aturannya," tegasnya.

Walau ada ketentuan sanksi pidana penjara dan denda bagi warga yang menolak disensus, pihaknya lebih mengedepankan pendekatan persuasif.

AYO BACA : Tahun Depan, Data Sensus Penduduk Diisi Mandiri

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Jadwal Pemadaman Listrik Majalengka, 28 Juni 2022

Selasa, 28 Juni 2022 | 07:48 WIB

Rencana Pemadaman Listrik Indramayu, 28 Juni 2022

Selasa, 28 Juni 2022 | 07:38 WIB