Ini Permintaan Warga Tionghoa Atas Pembongkaran Makam di Cirebon

- Senin, 10 Februari 2020 | 16:01 WIB
Bong di kawasan Penggung, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, yang dibongkar dan tanahnya diurug sebelum didirikan bangunan liar. (Ayocirebon.com/Ist)
Bong di kawasan Penggung, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, yang dibongkar dan tanahnya diurug sebelum didirikan bangunan liar. (Ayocirebon.com/Ist)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Semua pihak diharap berempati terhadap pembongkaran malam leluhur dan keluarga warga Tionghoa yang dikuburkan di bong Penggung, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Pemkot Cirebon sendiri berencana membentuk tim sebagai solusi untuk menangani persoalan bangunan liar (bangli) di area tersebut.

"Pembongkaran makam sudah berlangsung sekitar sepuluh tahun terakhir. Saya harap ada empati, bagaimana bila yang dikubur di sana adalah keluarga kita, kemudian dibongkar tanpa sepengetahuan," ungkap salah seorang sesepuh warga Tionghoa Cirebon, Permadi, belum lama ini kepada Ayocirebon.com.

Selama ini, bebernya, pembongkaran makam di dua komplek bong Penggung, Ku Tiong dan Sin Tiong, berlangsung kucing-kucingan.

Sebelum dibongkar, oknum yang tak bertanggung jawab biasanya mengamati lebih dulu setiap malam di komplek bong. Makam-makam yang diketahui tak dikunjungi anggota keluarga selama beberapa tahun, tahun berikutnya tiba-tiba bisa menghilang.

Padahal, menurutnya, meski tak dikunjungi beberapa tahun, makam-makam itu tetap bukan tanpa keluarga.

Bagi mereka sendiri, pantang membongkar dan memindahkan jenazah yang sudah terkubur dalam tanah.

"(Praktik pembongkaran makam) ini berlangsung TSM (terstruktur, sistematis, dan masif)," bebernya.

Menurutnya, sejak lima tahun lalu, Pemkot Cirebon telah berjanji memberikan tanah itu kepada pihak pengelola pemakaman. Namun, sejak janji itu hingga kini, tak ada realisasi.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini