Ini Permintaan Warga Tionghoa Atas Pembongkaran Makam di Cirebon

- Senin, 10 Februari 2020 | 16:01 WIB
Bong di kawasan Penggung, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, yang dibongkar dan tanahnya diurug sebelum didirikan bangunan liar. (Ayocirebon.com/Ist)
Bong di kawasan Penggung, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, yang dibongkar dan tanahnya diurug sebelum didirikan bangunan liar. (Ayocirebon.com/Ist)

AYO BACA : Jerat Hukum Ancam Pendiri Bangli di Area Bong Penggung

Mantan Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Cirebon, Surya Pranata membeberkan, menjadikan bong Penggung sebagai ruang terbuka hijau (RTH) sebagaimana fungsinya kini telah diperjuangkan sejak 2002.

"(Pada) 2002 sempat ada ide perumahan jadi perumahan dan pusat bisnis," ujarnya.

Menurutnya, bila peruntukannya diubah, Kota Cirebon tak memiliki resapan air.

Dia pun mengingatkan, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berbudaya.

"Menghormati makam-makam leluhur dalam hal ini bagian dari budaya," cetusnya.

Dia menyebutkan, bong Penggung hampir berusia 200 tahun sehingga layak jadi situs sejarah. Bila dijaga baik, dia meyakini lokasi itu bisa menjadi destinasi wisata.

Ketua Yayasan Cirebon Sejahtera sebagai pihak yang mengurus pemakaman di bong Oenggung, Hadi Susanto Salim menyebutkan, dalam setahun terakhir setidaknya 30 bangunan baru berdiri di tanah tersebut.

"Kalau setiap tahun sebanyak itu, di sana akan jadi pemukiman liar. Kota Cirebon jadi jelek," ungkapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon, Syaroni tak menampik keberadaan bangunan di area bong Penggung.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Jadwal Vaksin di Indramayu Hari ini, 5 Desember 2022

Senin, 5 Desember 2022 | 07:21 WIB

Jadwal Vaksin di Cirebon Hari ini, 2 Desember 2022

Jumat, 2 Desember 2022 | 08:38 WIB

Jadwal Vaksin di Indramayu Hari ini, 1 Desember 2022

Kamis, 1 Desember 2022 | 08:41 WIB

Jadwal Vaksin di Indramayu Hari ini, 30 November 2022

Rabu, 30 November 2022 | 08:52 WIB