Cara Penyapu Uang di Pantura Indramayu Hidupi Diri, Tak Surut Ancaman Maut

- Senin, 2 November 2020 | 17:34 WIB
Para penyapu uang di sekitar Jembatan Sewo, jalur Pantura Kabupaten Indramayu. (Ayocirebon.com/Erika Lia)
Para penyapu uang di sekitar Jembatan Sewo, jalur Pantura Kabupaten Indramayu. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Para penyapu uang di jalur pantura Kabupaten Indramayu menjadi sebuah fenomena. Dilatari sebuah mitos, mereka mengharapkan belas kasih setiap pengendara yang melintas.

Berbekal sebuah sapu, para penyapu uang mengambil setiap koin atau uang kertas yang dilemparkan para pengendara yang melintas di sekitar Jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, sebuah kawasan perbatasan Kabupaten Indramayu dengan Kabupaten Subang.

Untuk ini, mereka menanti di tepian jalan. Berbaris untuk mengais setiap uang yang dijatuhkan pengendara yang mengharapkan keselamatan saat melewati jembatan itu.

Terkadang mereka harus berebut menyapu uang dengan rekan-rekan mereka yang lain. Aktivitas itu sesungguhnya membahayakan nyawa mereka sendiri maupun pengguna jalan lain, namun mereka seperti tak surut dari ancaman maut.

Menurut seorang penyapu uang, Onah (43), rata-rata dalam sehari mereka mampu mengantongi Rp100.000-Rp500.000. Pendapatannya akan bertambah saat arus mudik dan balik lebaran.

"Kalau arus mudik dan balik bisa sampai Rp1 juta," ungkapnya.

Sayang, akibat pandemi Covid 19, dirinya hanya bisa memperoleh Rp100.000 saja karena adanya larangan pulang kampung.

Meski begitu, Onah termasuk warga yang setia dengan profesi penyapu uang. Menurutnya, pendapatannya sebagai penyapu uang lebih besar ketimbang berjualan, seperti yang pernah dilakoninya.

"Enggak apa-apa panas hujan juga, buat kebutuhan di rumah. Soalnya kalau dagang dapatnya enggak sebanyak nyapu uang," tuturnya.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini