Masyarakat Tunggu Janji Pemkot Cirebon Longgarkan Penyekatan dan Beri Keleluasaan Berdagang

- Senin, 19 Juli 2021 | 20:01 WIB
Suasana audiensi antara Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis bersama Forkopimda Kota Cirebon, dan aliansi masyarakat Cirebon yang mengkritisi kebijakan PPKM Darurat. (Ayocirebon.com/Erika Lia)
Suasana audiensi antara Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis bersama Forkopimda Kota Cirebon, dan aliansi masyarakat Cirebon yang mengkritisi kebijakan PPKM Darurat. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Pemkot Cirebon dituntut memberi kelonggaran bagi rakyat kecil yang terimbas hingga tak bisa mencari nafkah saat kebijakan PPKM Darurat diterapkan.

Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis pun berjanji akan mengupayakan kelonggaran bagi pelaku ekonomi selama PPKM Darurat Jawa-Bali diterapkan di kotanya.

Janji itu disampaikan Azis menanggapi tuntutan sejumlah perwakilan masyarakat yang menyebut diri Aliansi Masyarakat Cirebon yang mengkritisi penerapan kebijakan PPKM Darurat, Senin, 19 Juli 2021.

Sedianya, tuntutan aliansi tersebut akan disampaikan melalui aksi unjuk rasa. Namun dibatalkan sebab PPKM Darurat yang berkaitan dengan pandemi Covid-19.

Audiensi digelar di gedung baru Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon. Hanya beberapa perwakilan yang diizinkan menghadiri audiensi.

Selebihnya, publik diberi kesmpatan menonton langsung secara daring melalui akun Instagram, antara lain akun resmi Pemkot Cirebon @pemdakotacrb dan akun Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon @bemkm_fhugj.

Covid-19 Rugikan Daerah, DPRD Kota Cirebon Ajak Masyarakat Aktif Berperan

Selain wali kota dan perwakilan aliansi masyarakat Cirebon, audiensi dihadiri pula Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imron Ermawan, Dandim 0614 Kota Cirebon, Letkol Inf Herry Indriyanto, juga Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah.

Dalam audiensi itu, unsur masyarakat salah satunya menuntut kelonggaran bagi pelaku ekonomim hanara seperti pedagang maupun kendaraan truk dan muatan lain untuk melintas di beberapa titik penyekatan.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini