Kenaikan Suku Bunga The Fed, Investor Jangka Panjang Kripto Diyakini Tetap Optimis

- Kamis, 22 September 2022 | 12:20 WIB
Kenaikan suku bunga The Fed alias Bank Sentral Amerika Serikat diyakini tak akan berpengaruh kepada keputusan investor jangka panjang yang bermain di pasar kripto. (Pexels/RODNAE Productions)
Kenaikan suku bunga The Fed alias Bank Sentral Amerika Serikat diyakini tak akan berpengaruh kepada keputusan investor jangka panjang yang bermain di pasar kripto. (Pexels/RODNAE Productions)

Edward Moya, analis pasar senior OANDA untuk Amerika, mengatakan bahwa gejolak pasar saham dan kripto selama agenda FOMC adalah “lingkungan pasar yang mengganggu”, namun ia melihat bakal ada titik terang yang menunggu di ujungnya.

“Saya pikir sebagian besar Wall Street mengharapkan The Fed tetap berkomitmen untuk memerangi inflasi yang sulit untuk aset berisiko — seperti kripto,” katanya kepada Decrypt.

Dia menilai sejumlah investor jangka panjang tak akan terpengaruh oleh gejolak sumbu pendek dari keputusan The Fed dan akan lebih melongok aspek fundamental aset kripto.

"Ini adalah pendekatan wait and see: investor jangka panjang masih berkomitmen untuk kripto dan mereka tidak akan terpengaruh oleh keputusan hari ini; mereka mengantisipasi bahwa kripto akan diperdagangkan berdasarkan fundamentalnya sendiri, pada akhirnya — tidak seperti saham teknologi,” tambahnya.

Darius Sit dari perusahaan investasi kripto yang berbasis di Singapura, QCP Capital, mengatakan kepada Decrypt bahwa meskipun Bitcoin telah diperdagangkan seperti “aset berisiko makro”, Bitcoin dapat “mematahkan korelasi itu” di masa depan.

Dikutip dari Kitco News, Ahli strategi komoditas senior di Bloomberg Intelligence, Mike McGlone meyakini dalam 5 hingga 10 tahun ke depan ETH dan BTC akan terus mengalami peningkatan meskipun di sisi lain juga bakal dihantam kebijakan suku bunga The Fed.

Dia bahkan meyakini Bitcoin bakal menyentuh harga tertinggi sepanjang masa alias all time high (ATH) 100.000 dolar AS atau Rp 1,5 miliar per keping pada tahun 2025.

"Ini masalah waktu sebelum mencapai 100.000 dolar AS. Fakta kuncinya adalah bahwa adopsi dan permintaan meningkat. Dengan begitu harga akan melambung,” kata McGlone.

Kenaikan suku bunga sendiri tidak cuma dilakukan The Fed. Bank-bank sentral lain telah menaikkan suku bunga untuk mengendalikan kenaikan harga.

The Fed terbilang sangat agresif dalam pendekatannya karena inflasi di AS berada pada level tertinggi 4 dekade, membuat investor lebih memilih berlindung dengan berinvestasi pada aset yang aman seperti dolar AS dan menghindari aset "berisiko" seperti ekuitas dan kripto.

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Sumber: Kitco, Decrypt.co

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Workshop Bisnis bjb PESATkan UMKM Hadir di Lampung

Selasa, 31 Januari 2023 | 14:39 WIB

Ikuti Workshop Bisnis bjb PESATkan UMKM di Palembang

Selasa, 31 Januari 2023 | 14:21 WIB