UMK 2023 Hanya Naik Di Bawah 5 Persen Jika Pakai PP 36/2021, Partai Buruh Menolak!

- Kamis, 17 November 2022 | 14:35 WIB
UMK 2023 Hanya Naik Di Bawah 5 Persen Jika Pakai PP 36/2021, Partai Buruh Menolak!
UMK 2023 Hanya Naik Di Bawah 5 Persen Jika Pakai PP 36/2021, Partai Buruh Menolak!

 


AYOCIREBON--- Kenaikan upah minimum provinsi dan kabupaten kita (UMP/UMK) pada 2023 diperkirakan di bawah 5 persen jika pemerintah tetap mengacu pada aturan PP 36/2021.

Padalah sesuai survei dan perhitungan para buruh, kenaikan UMK 2023 idealnya 13 persen.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh menolak penetapan UMP/UMK tahun 2023 dengan mendasarkan pada PP No 36 Tahun 2021.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal, menjelaskan ada beberapa alasan mengapa PP 36/2021 tidak bisa digunakan sebagai dasar hukum penetapan UMP/UMK Tahun 2023.

Baca Juga: Sah, Kemnaker Resmi Umumkan Kenaikann UMK 2023, Ini Daftar UMP 2022 se-Indonesia

Alasan yang pertama, UU Cipta Kerja sudah dinyatakan inskonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi. Dengan demikian, karena PP 36/2021 adalah aturan turunan dari UU Cipta Kerja, maka tidak bisa digunakan sebagai acuan dalam penetapan UMP/UMK.


“Karena PP 36/2021 tidak digunakan sebagai dasar hukum, maka ada dua dasar yang bisa digunakan,” kata Said, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/11/2022).


Dasar pertama adalah menggunakan PP No 78 Tahun 2015. Di mana kenaikan upah minimum besarnya dihitung dari nilai inflansi ditambah pertumbuhan ekonomi. Sedangkan dasar hukum kedua, Menteri Ketenagakerjaan mengeluarkan Permenaker khusus untuk menetapan UMP/UMK Tahun 2023.

Baca Juga: UMP dan UMK 2023 Hanya Naik Segini, Buruh Seluruh Indonesia Ancam Mogok Kerja

Halaman:

Editor: Asep Dadan Muhanda

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Workshop Bisnis bjb PESATkan UMKM Hadir di Lampung

Selasa, 31 Januari 2023 | 14:39 WIB

Ikuti Workshop Bisnis bjb PESATkan UMKM di Palembang

Selasa, 31 Januari 2023 | 14:21 WIB