Kenapa Orang Habiskan Duit Triliunan untuk Belanja NFT?

- Senin, 24 Januari 2022 | 08:00 WIB
Setahun lalu, NFT cuma aset virtual tak jelas yang hanya diketahui ahli teknologi. Kenapa orang habiskan duit triliunan untuk belanja NFT?
Setahun lalu, NFT cuma aset virtual tak jelas yang hanya diketahui ahli teknologi. Kenapa orang habiskan duit triliunan untuk belanja NFT?

Meski begitu, NFT tak terlepas dari banyak masalah. Misal, akses yang membingungkan. Dompet blockchain dan peralatan digital lain yang diperlukan sulit. Bahkan, membeli dan menjual bisa berbahaya. Pun kirim uang digital ke alamat dompet yang salah secara tidak sengaja, uang akan hangus.

Sebagian besar NFT dibangun di atas blockchain ethereum yang terkenal tidak efisien. Semakin banyak orang yang menggunakan ethereum, baik melalui perdagangan altcoin atau membeli NFT, semakin tinggi biayanya. Seseorang bisa menghabiskan sekitar 100 dolar Amerika per transaksi.

Baca Juga: Jual NFT Pertamamu di OpenSea Seperti Ghozali Everyday, Klik di Sini untuk Caranya!

Ada fakta bahwa kebanyakan orang yang memperdagangkan NFT melakukannya untuk mendapat untung. Penipuan terjadi di mana pun dan harganya juga berubah. Sebagian besar orang yang membuat, membeli, dan menjual NFT tidak mengetahui atau tidak tertarik dengan teknologinya. Jika ada lompatan teknologi yang terjadi, kemungkinan besar akan dikaburkan oleh pergerakan harga yang memusingkan.

Seiring berjalannya waktu, diperkirakan sekitar 250 ribu orang memperdagangkan NFT setiap bulan di OpenSea, pasar NFT terbesar. Dalam jangka pendek, CoinBase akan segera membuka pasar NFT sendiri di mana dua juta pengguna berada dalam daftar tunggu.

Perusahaan raksasa yang sudah menghasilkan uang di luar ruang crypto ingin masuk. Niantic, perusahaan di belakang Pokemon Go baru saja mengumumkan permainan di mana pemain bisa mendapatkan bitcoin.

Baca Juga: Cara Daftar OpenSea dan MetaMask untuk Jual Beli NFT

Twitter dan perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook berencana untuk mengintegrasikan NFT ke dalam platform mereka. Sementara Epic Games mengatakan terbuka untuk melakukan hal serupa.

Demikianlah kenapa orang habiskan duit triliunan untuk belanja NFT. Pertanyaan selanjutnya, akankah fenomena ini berlangsung lama, atau hanya menjadi tren selintas lalu belaka?

 

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Tags

Artikel Terkait

Terkini