Thrifting Baju Bekas Jadi Tren Hits, Ilegal?

- Kamis, 30 Juni 2022 | 13:00 WIB
Thrifting Baju Bekas Jadi Tren Hits, Ilegal? (Flickr/Lindsey Turner)
Thrifting Baju Bekas Jadi Tren Hits, Ilegal? (Flickr/Lindsey Turner)

AYOCIREBON.COM - Thrifting baju bekas menjadi salah satu tren yang tengah ngehits belakangan, utamanya di kalangan anak muda. Apakah thrifting ilegal?

Tidak hanya membeli, tak sedikit saat ini para muda-mudi mulai merintis usaha thrifting ini. Dijual di berbagai platform media online menjadi salah satu tempat yang strategis untuk mempromosikan barang thrifting.

Dilansir dari Wikipedia, thrift secara bahasa diambil dari kata thrive yang berarti berkembang atau maju. Thrifty diartikan sebagai cara menggunakan uang dan barang lainnya secara baik dan juga efisien.

Baca Juga: Thrift Shop, Ide Bisnis Online Kala Pandemi yang Banyak Diminati

Jadi, thrifting merupakan kegiatan membeli dan menjual barang bekas. Kegiatan thrifting ternyata bukan merupakan tren yang baru terjadi setahun atau dua tahun saja.

Istilah thrifting sudah ada sejak tahun 1760 silam atau sejak revolusi industri. Pada saat itu, diperkenalkanlah mass-production of clothing yang dapat merubah cara pandang orang mengenai dunia fashion.

Publik bisa membeli pakaian dengan harga yang sangat murah, sehingga terbentuklah pemikiran baru bahwa pakaian merupakan barang sekali pakai.

Hal itulah yang membuat masyarakat semakin konsumtif yang menyebabkan pakaian bekas menumpuk. Hingga akhirnya, pakaian bekas yang sudah menumpuk sering digunakan kembali oleh para imigran.

Jenis thrifting yang paling banyak dijumpai di Indonesia adalah fashion thrift, karena maraknya remaja yang mengenakan gaya vintage dan sporty dalam berbusana.

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Tags

Terkini