Hukum Berkurban Ketika Hewan Kurban Tiba-Tiba Sakit hingga Cacat Menurut Syekh Ibnu Qudamah

- Rabu, 6 Juli 2022 | 10:55 WIB
Hukum Berkurban Ketika Hewan Kurban Tiba-Tiba Sakit hingga Cacat Menurut Syekh Ibnu Qudamah (Freepik)
Hukum Berkurban Ketika Hewan Kurban Tiba-Tiba Sakit hingga Cacat Menurut Syekh Ibnu Qudamah (Freepik)

AYOCIREBON.COM -- Hukum ibadah kurban adalah sunah muakkad atau sunah yang dikuatkan. Ketentuan kurban sebagai sunah muakkad dikukuhkan oleh Imam Malik dan Imam al-Syafi’i.

Bahkan, Nabi Muhammad Shallallâhu Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkan ibadah kurban sejak disyariatkannya sampai beliau wafat.

Seperti diketahui, terdapat syarat sah hewan kurban yang di antaranya harus berupa hewan ternak (unta, sapi, kambing atau domba) serta dalam keadaan baik, yakni tidak dalam gangguan kesehatan dan mengalami cacat.

Baca Juga: 9 Fakta Unik Thor: Love and Thunder (2022), Jadi Film Thor Terakhir Chris Hemsworth?

Lantas, bagaimana hukum berkurban ketika tiba-tiba hewan kurban mengalami gangguan kesehatan (sakit) hingga mengalami cacat?

Melansir laman NU Online, hikmah dari disyariatkannya ibadah kurban adalah menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam saat beliau diperintah Allah untuk menyembelih putranya, yakni Nabi Ismail alaihissalam.

Hikmah yang bisa kita tangkap dari sejarah ini, adalah akan sifat kesabaran dalam menjalankan ketaatan kepada Allah subhanahu wata’ala serta lebih mengutamakan akan kecintaan (mahabbah) kepada-Nya.

Karena adanya hikmah berupa mengutamakan kecintaan kepada Allah subhanahu wata’ala ini, maka disyariatkan melakukan penyembelihan hewan kurban, sebagai bagian dari syi’ar (mercusuar) Allah subhanahu wata’ala. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Halaman:

Editor: Gita Esa Hafitri

Tags

Artikel Terkait

Terkini