Hikmah Puasa dalam Kisah Adam Hawa dan Bahtera Nabi Nuh yang Selamat dari Banjir

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:30 WIB
Hikmah Puasa dalam Kisah Adam Hawa dan Bahtera Nabi Nuh yang Selamat dari Banjir (Hikan Chakir/Pexels)
Hikmah Puasa dalam Kisah Adam Hawa dan Bahtera Nabi Nuh yang Selamat dari Banjir (Hikan Chakir/Pexels)

AYOCIREBON.COM - Ibadah puasa yang dijalankan umat Nabi Muhammad SAW merupakan syariat yang juga diberlakukan para nabi dan rasul terdahulu.

Dikutip dari Republika, sebagai contoh adalah Nabi Adam AS. Bersama dengan istrinya, Hawa, dia diturunkan Allah Ta'ala dari surga ke muka bumi. Sebab, keduanya telah tergoda rayuan setan sehingga melanggar perintah-Nya, yakni jangan mendekati Pohon Khuldi.

Sebelum diturunkan ke bumi, bapak umat manusia itu berpuasa. Dia dan sang istri juga memohon ampun kepada Allah atas dosa yang telah dilakukannya. Doa mereka diabadikan dalam Alquran surat Al Araf ayat 23:

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”

Baca Juga: Tes Pengetahuan Islam Tentang Silsilah dan Keluarga Rasulullah

Di bumi, Nabi Adam dan Hawa sempat terpisah satu sama lain. Atas izin Allah SWT, keduanya kembali dipertemukan di Padang Arafah.

Menurut Ibnu Katsir, Nabi Adam berpuasa selama tiga hari setiap bulan sepanjang tahun. Riwayat lain mengatakan, sang nabi berpuasa tiap-tiap tanggal 10 Muharram sebagai ungkapan rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas nikmat berjumpa kembali dengan sang istri. Sebuah pendapat menyebutkan, Nabi Adam berpuasa sehari semalam saat dia diturunkan dari surga.

Puasa juga diamalkan Nabi Nuh AS. Ibadah tersebut dilakukan Sang Rasul pertama itu ketika berada di tengah umatnya dalam bahtera besar. Di luar kendaraan tersebut, banjir yang amat dahsyat mengepung segenap penjuru. Bencana itu menjadi azab bagi kaum yang dimurkai Allah SWT.

Salah seorang yang merasakan musibah itu adalah Kanan bin Nuh AS. Saat air memancar dari mana-mana dan turun pula hujan badai dari langit dengan amat derasnya, putra sang nabi itu berusaha naik ke perbukitan. Pemuda ini tidak memedulikan ajakan ayahnya yang memintanya untuk segera ikut masuk ke dalam bahtera.

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini