Hikmah Puasa dalam Kisah Adam Hawa dan Bahtera Nabi Nuh yang Selamat dari Banjir

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:30 WIB
Hikmah Puasa dalam Kisah Adam Hawa dan Bahtera Nabi Nuh yang Selamat dari Banjir (Hikan Chakir/Pexels)
Hikmah Puasa dalam Kisah Adam Hawa dan Bahtera Nabi Nuh yang Selamat dari Banjir (Hikan Chakir/Pexels)

Baca Juga: Keutamaan Surah al Kahfi di Hari Jumat: Terhindar dari Fitnah Dajjal

Kisah bapak dan anak itu terdapat dalam Alquran surah Hud ayat 42-46. Di akhir cerita, Kan'an tetap menolak imbauan ayahnya sehingga dia termasuk orang-orang yang tenggelam dalam banjir besar. Sebelum anaknya itu hilang dari pandangan, Nabi Nuh sesungguhnya sempat memohon kepada Allah agar sang putra diselamatkan.

Tapi, dia berkehendak bahwa Kan'an mendapatkan azab karena maksiat dan ke ingkarannya. Sang nabi kemudian menyadari teguran-Nya itu sehingga berkata:

قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Nuh berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi."

Ibnu Katsir dalam sebuah kitabnya, Nabi Nuh setiap hari berpuasa saat sedang berada di atas perahu besar yang menampung manusia dan hewan-hewan atas izin Allah SWT. Dengan penuh kesabaran, salah seorang rasul Ulul Azmi itu menjalankan perintah Allah SWT.

Dinukil dari penjelasan dari Ibnu Majah, Ibnu Katsir mengatakan, puasa yang diamalkan Nabi Nuh itu berlangsung setiap hari selama setahun penuh, kecuali pada dua hari raya.

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini