Ternyata One Piece juga Mengangkat Masalah Rasisme, Perbudakan, Korupsi hingga Tirani

- Senin, 5 Desember 2022 | 22:00 WIB
One Piece (Instagram @onepieceflame02)
One Piece (Instagram @onepieceflame02)

AYOCIREBON.COM - One Piece dikenal sebagai anime ringan yang penuh aksi, petualangan, dan komedi.

Berkisah tentang mengikuti seorang bajak laut muda bernama Monkey D. Luffy yang berangkat ke laut sendirian untuk menjadi raja bajak laut.

Luffy mengumpulkan sekutu kuat dan dapat diandalkan yang masing-masing sekutunya memiliki tujuan hidup mereka sendiri.

One Piece dimulai sebagai kisah petualangan yang sangat ceria, tetapi seiring semakin banyak misteri terungkap, penggemar mengetahui dengan tepat betapa gelapnya dunia ini sebenarnya.

Dunia fiksi yang diciptakan Oda telah mempertahankan pesona fantasi sambil tetap berhubungan dengan masalah dunia nyata. Misalnya, sebagian besar pengaturan arsitektur dan latar belakang serial ini terinspirasi oleh keajaiban arsitektur dunia nyata.

Selain itu, banyak nama seperti Edward Newgate, Marshall D. Teach, dll yang terinspirasi oleh bajak laut atau tempat di kehidupan nyata. Namun, dibalik fasadnya yang megah, Oda Eiichiro pun membahas masalah seperti rasisme, perbudakan, pandemi, dan tirani.

Rasisme adalah lingkaran setan yang berasal dari ketidaktahuan dan penolakan untuk menerima mereka yang sedikit berbeda dari mereka. Dalam One Piece contoh rasisme terbaik yang bisa Anda lihat adalah konflik antara Manusia Ikan dan Manusia.

Kedua belah pihak membawa kebencian generasi bersama mereka dan mengubahnya menjadi siklus kebencian yang tidak pernah berakhir. Entah sudah berapa lama, Fishmen tinggal jauh di bawah permukaan laut karena konflik.

Manusia selalu menganggap Manusia Ikan lebih rendah dari mereka, sedangkan Manusia Ikan bangga karena kuat secara fisik dan kemampuan mereka untuk hidup di bawah air.

Halaman:

Editor: Rohmana Kurniandari

Tags

Terkini