Fingerprint Nyi Mas Pakungwati, Tanda Eksistensi Karuhun dan Upaya Pencariannya

- Minggu, 7 Maret 2021 | 16:42 WIB
Situs Pasanggrahan Nyi Mas Pakungwati di Desa Cikeduk, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, yang diyakini sebagai salah satu persinggahan saat dalam pelarian. (Ayocirebon.com/Erika Lia L)
Situs Pasanggrahan Nyi Mas Pakungwati di Desa Cikeduk, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, yang diyakini sebagai salah satu persinggahan saat dalam pelarian. (Ayocirebon.com/Erika Lia L)

DEPOK, AYOCIREBON.COM -- Nama Nyi Mas Pakungwati dikenal sebagai istri Sunan Gunung Jati. Sebuah batu yang diyakini sebagai jejak tapaknya kala berkontemplasi dipelihara sebagai penghormatan atas eksistensi karuhun.

Di salah satu bagian dari Makam Asem di Desa Cikeduk, Kecamatan Depok, ayocirebon.com/tag/Kabupaten-Cirebon">Kabupaten Cirebon, sebuah batu kali (andesit) memperlihatkan jejak jari tangan (fingerprint) yang dipercaya sebagai milik Nyi Mas Pakungwati.

"Itu jejak jari telunjuk dan jari tengah dari tangan kanan Nyi Mas Pakungwati," kata salah seorang candrik dari Kelompok Sadar Kebuyutan binaan ayocirebon.com/tag/Keraton-Kasepuhan">Keraton Kasepuhan Cirebon, Ade Irfan kepada ayocirebon.com, Senin (16/9/2019).

Keberadaan batu kali seukuran satu genggaman tangan orang dewasa itu menjadikan salah satu bagian Makam Asem sebagai Situs Pasanggrahan Nyi Mas Pakungwati.

Batu fingerprint Nyi Mas Pakungwati, menurut Ade, telah ditemukan setidaknya lima generasi ke belakang sebelum dirinya. Sebelum 2017, batu itu dikenal masyarakat sekitar hanya sekedar sebagai batu buyut, sebutan untuk batu bersejarah yang diyakini sebagai tapak jejak karuhun.

"Kemudian, pada 2017 oleh tim Kelompok Sadar Kebuyutan ayocirebon.com/tag/Keraton-Kasepuhan">Keraton Kasepuhan, batu itu diteliti," ujarnya.

Penelitian yang dimaksud Ade meliputi pencarian data dalam naskah-naskah kuno hingga melibatkan ilmu metafisika dalam tim tersebut.

Sebagai anggota tim candrik, Ade bertugas untuk melakukan survei dan mencari tanda-tanda di sekitar lokasi yang diduga sebagai situs. Selain memotret dan mendata, dia harus mengamati tanda-tanda yang di antaranya meliputi keberadaan pohon, sungai, balong/kolam, maupun sumur, di sekitar lokasi.

"Yang saya temukan, di sekitar situs fingerprint Nyi Mas Pakungwati itu di antaranya terdapat tiga pohon kamboja, di sekitarnya juga banyak tumbuhan bambu, dan makam-makam tanpa ahli waris," cetusnya.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini