Serba Serbi Imlek: Dari Cuci Rupang, Esensi Imlek, Sampai Genosida 3 Generasi

- Rabu, 22 Januari 2020 | 17:20 WIB
Indrawati/Gouw Yang Giok menunjukkan foto sang ibu yang mengenakan setelan kebaya berkain batik Cempaka Mulyo dalam frame foto keluarga. (Ayocirebon/Erika Lia)
Indrawati/Gouw Yang Giok menunjukkan foto sang ibu yang mengenakan setelan kebaya berkain batik Cempaka Mulyo dalam frame foto keluarga. (Ayocirebon/Erika Lia)

5. Genosida Tiga Generasi
Imlek dihilangkan. Atraksi barongsai dilarang. Nama-nama Tionghoa dialihkan menjadi nama Indonesia.

Secara umum, seni budaya warga Tionghoa diredam atau bahkan dihilangkan dari permukaan kehidupan bangsa Indonesia. Itu terjadi selama masa pemerintahan Presiden Soeharto.

"Tiga generasi kita lost karena serba nggak boleh oleh pemerintahan saat itu," kenang Giok. 

Akibatnya, tak sedikit nilai-nilai leluhur kehilangan ruhnya di kalangan generasi muda Tionghoa

Lihat saja bagaimana budaya bermaafan saat Imlek misalnya, tak dilakoni seluruh warga Tionghoa kini. Giok menyebut kondisi itu sebagai salah satu contoh dari dampak buruk kebijakan pemerintah di masa lalu.

Tak heran, ketika Presiden Gus Dur memerintah dan menghidupkan kembali apa yang hilang itu, warga Tionghoa mengapreasiasi sosoknya sampai kini.

Setidaknya, apresiasi itu terutama dilimpahkan generasi sepuh Tionghoa Indonesia yang pernah merasakan nyaris kehilangan akar budayanya.

Namun, kerukunan menjadi nilai yang diwariskan Gus Dur melalui para sesepuh Tionghoa Indonesia.

AYO BACA : Dirayakan Seperenam Warga Dunia, Ini Fakta-fakta Menarik Imlek

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Tes IQ Visual: TEBAK ANGKA di Papan Tulis

Senin, 8 Agustus 2022 | 12:16 WIB