Ancaman Bagi yang Mampu Tapi Tak Mau Berkurban

- Minggu, 4 Juli 2021 | 09:39 WIB
Ilustrasi hewan kurban. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi hewan kurban. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Perayaan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 20 Juli 2021 akan kembali dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Di Hari Raya Qurban ini, umat Islam yang mampu diwajibkan untuk berkurban.

Namun, mungkin ada sebagian orang yang mampu secara ekonomi tapi tidak melaksanakan ibadah kurban tersebut. Padahal, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dalam salah satu hadist telah memberikan ancaman bagi mereka yang enggan berkurban padahal mampu.

 

 

Dalam buku “M. Quraish Shihab Menjawab dijelaskan, berkurban atau mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembelih hewan tertentu pada Hari Raya Idul Adha dan dua atau tiga hari setelahnya adalah salah satu ajaran agama yang ditegaskan dalam Alqur’an (QS. Al-Kautsar [108]: 2 dan QS. Al-Hajj [22]: 36).

Menurut M Quraish yang dikutip Republika, Imam Abu Hanifah menilainya wajib bagi setiap orang yang mampu, berdasarkan sabda Nabi Saw yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah,

“Barang siapa memiliki kemampuan dan tidak mau berkurban, maka hendaknya dia tidak mendekati tempat shalat kami.”

Menurut penganut paham Abu Hanifah, ancaman ini menunjukkan wajibnya berkurban, sementara mazhab lain menilainya sebagai anjuran yang amat ditekankan (sunnah mu’akkad) berdasarkan sekian banyak hadits.

Di antaranya adalah yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, “Aku diperintahkan berkurban, sedang itu sunnah untuk kalian.”

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini