Pencucian Rupang di Vihara Dewi Welas Asih Cirebon, Antara Tradisi dan Pantangan

- Kamis, 27 Januari 2022 | 14:07 WIB
Seorang warga membersihkan rupang di Vihara Dewi Welas Asih Cirebon. (Erika Lia L/Ayocirebon.com)
Seorang warga membersihkan rupang di Vihara Dewi Welas Asih Cirebon. (Erika Lia L/Ayocirebon.com)

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM- Antusiasme menguar di Vihara Dewi Welas Asih Cirebon menjelang Imlek pada 1 Februari 2022.

Sejak pagi, orang - orang datang dan berseliweran di sekitar Vihara Dewi Welas Asih di Jalan Kantor, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis, 27 Januari 2022.

Sebagian orang membersihkan pintu dan jendela Vihara Dewi Welas Asih, sedangkan sebagian lain membersihkan altar dan rupang (patung) dewa serta Buddha.

Rohaniawan Vihara Dewi Welas Asih Cirebon, Romo Djunawi menyebutkan, setidaknya 8 rupang dewa serta buddha dibersihkan hari ini.

"Ada rupang Dewi Kwan Im atau Dewi Welas Asih sebagai dewi tertinggi di sini," katanya menyebutkan salah satu rupang yang dibersihkan kepada Ayo Cirebon.

Selain itu, ada pula Dewa Kejujuran, Dewa Laut, Dewa Bumi, Dewa Keadilan, Dewa Dagang, Dewa Dapur, Dewa Obat, pun Buddha Sakyamuni.

Menurut keyakinan, pembersihan dilakukan saat rupang 'kosong' sebab para dewa tengah berada di Kerajaan Langit untuk melaporkan 'pekerjaannya' kepada Tian atau yang tertinggi.

Bertepatan dengan Imlek, para dewa turun kembali ke Bumi dan kembali menempati 'rupang' untuk menjalankan tugasnya menuntun manusia.

Djunawi mengatakan, pembersihan rupang maupun Vihara Dewi Welas Asih merupakan tradisi setiap menjelang Imlek.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini