4 Mazhab dalam Memandang Hukum Umrah

- Senin, 4 Juli 2022 | 08:53 WIB
Tanah suci Mekah. (Pixabay/Konevi)
Tanah suci Mekah. (Pixabay/Konevi)

AYOCIREBON.COM- Merupakan sebuah ijma' para ulama tentang disyariatkannya umrah dan memiliki keutamaan yang besar.

Namun, mereka memiliki pendapat yang berbeda tentang hukumnya.

Imam Abu Hanifah dan Imam Malik mengatakan, hukum umrah adalah sunnah.

Pendapat tersebut juga didukung oleh Syeikh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah.

Dalil mereka bersanad pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi 931, dari Jabir bahwa Rasulullah –shallallahu 'alaihi wa sallam- ditanya tentang umrah, apakah hukumnya wajib? dan beliau menjawab : "Tidak, akan tetapi jika kalian melaksanakan umrah akan lebih afdol".

Melihat artinya secara epistimologis, umrah merupakan salah satu perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah, yang secara etimologi memiliki arti berkunjung.

Sementara, secara terminologi, sebagaimana yang disampaikan Syekh Zakariya al-Anshari (wafat 926 H) dalam kitab Asnal Mathalib fi Syarhi Raudlatit Thalib, umrah adalah menyengaja untuk mendatangi Kabah dengan tujuan beribadah umrah.

Umrah secara harfiyah memang memiliki makna berkunjung. Namun, berkunjung dalam konteks ini bukanlah berkunjung biasa sebagaimana umumnya.

Dalam momentum itu, orang-orang yang beribadah umrah memiliki kesempatan mendatangi tempat kelahiran Rasulullah.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini